Description: Gratis Ebook: Lembaran-lembaran Sejarah Minangkabau
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Gratis Ebook: Lembaran-lembaran Sejarah Minangkabau
Home » Posts filed under Sejarah
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
4/15/2013
Gratis Ebook, Telusur Sejarah Minangkabau 'Dulu dan Kini'
Description: Gratis Ebook, Telusur Sejarah Minangkabau 'Dulu dan Kini'
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Gratis Ebook, Telusur Sejarah Minangkabau 'Dulu dan Kini'
4/06/2013
Filologi ialah disiplin ilmu yang membicarakan tentang naskah-naskah kuno dan guna meneliti naskah-naskah tersebut. Filologi memerlukan ilmu-ilmu bantu yang erat hubungannya dengan bahasa dan beberapa ilmu pendukung baik dari ilmu sosial sampai agama.
1. Ilmu Linguistik
Linguistik ialah ilmu mengenai bahasa; riset bahasa secara ilmiah yang hadir pertama kali pada tahun 1808 dalam majalah ilmiah yang disunting oleh Johan Severin Vater dan Friedrich Justin Bertuch (Kridalaksana. 2011:114). Sementara kaitan antara filologi dan linguistik terefleksi dari objek pembahasannya, bahasa. Bilamana filologi melacak makna dari suatu teks yang pada hakekatnya adalah bahasa, maka filologi memerlukan linguistik sebagai cara untuk memaknai bahasa masa silam dengan berbagai keunikannya.
Setelah itu, ada beberapa bagian linguistik yang diyakini dapat kondusif terhadap filologi dalam pembahasan naskah. Pertama, etimologi yang berguna untuk menggali asal muasal sejarah kata. Kedua, sosiolinguistik ialah bagian linguistik yang membahas koneksi antara perilaku bahasa dan perilaku sosial. Ketiga, yaitu stilistika ialah ilmu yang menyoroti gaya pada bahasa sastra, dengan ini filologi akan terbantu guna memahami umur teks tersebut.
2. Pengetahuan Bahasa-Bahasa yang Mempengaruhi Bahasa Teks.
Dalam bagian ini, seorang filolog harus dapat menguasai atau memahami bahasa-bahasa yang sering termuat dalam naskah kuno yang dapat mempengaruhi suatu teks. Umpama dalam sebuah naskah kuno dalam ranah Nusantara yang banyak dimotivasi oleh bahasa asing. Terutama ialah bahasa Sansekerta dan Arab. Kedua bahasa ini akan memuluskan seorang filolog untuk menjelaskan makna suatu naskah nusantara.
Umpama bahasa Sanskerta yang banyak ditemui dalam naskah cerita fantasi atau berupa epik Ramayana, mahabarata, dan Sang Hyang Kamahayanikan. Sementara dalam kaedah bahasa arab akan ditemui karya dalam melayu kuno berupa karangan Abdurauf Asssingkeli, Hamzah Fanzuri, Nuruddin Arraniri, dan lain-lain. Dalam karya ini, mereka memakai bahasa Arab yang menjelaskan banyak hal tentang agama Islam yang mempunyai bentuk tanpa syakal atau berharokat.
3. Paleografi
Dari beberapa ilmu pendukung dalam kajian filologi, paleografi ialah ilmu yang wajib dipunyai oleh seorang filolog disebabkan ilmu ini mengkaji tentang tulisan-tulisan kuno. Sementara hubungan antara keduanya ialah pembahasan tentang penjabaran tulisan-tulisan kuno baik dalam prasasti, batu ataupun logam. Lebih lanjut, paleografi akan memudahkan dalam menetapkan waktu dan tempat peristiwa tulisan tersebut. Hal ini sangat perlu, sebab indikator-indikator yang hadir dari tulisan tersebut akan memberi titik terang menenai siapa pengarang tulisan tersebut. Selain itu, hal yang tidak boleh dilewatkan ialah observasi anatomi dari tulisan itu sendiri seperti ukuran, bahan naskah, tinta, panjang dan jarak baris dalam tulisan.
Dalam sejarah Asia tenggara, terdapat tulisan kuno yang dikembangkan di Nusantara dulu. Tulisan itu ialah tulisan yang disebut Palawa. Tulisan ini terbagi menjadi 2 ciri, palawa awal dan palawa lanjut. Palawa awal memperlihatkan adanya pengaruh dari India Selatan dan Sri Langka di abad ke-3 hingga abad ke-5. Sementara palawa lanjut, diawali pada abad ke-7 dan 8.
4. Ilmu Sastra
Dalam peradaban nusantara banyak sekali karya fantasi yang mengacu pada karya sastra. Karya sastra ini lebih dikontol dengan karya yang berjenis jenaka atau pelipur lara. Selain itu, ada juga kisah pewayangan yang menggambarkan cerita kehidupan manusia yang tercermin dari substansi agama Islam. Tentunya, itu seluruhnya memerlukan pendekataan yang signifikan demi memahami secara pasti makna dari kisah-kisah tersebut.
Untuk itu, pendekatan yang dirasa baik dan tepat ialah 4 pendekatan milik Abrams (1953) oleh Teeuw (1980) yang diyakini oleh Wellek dan Waren sebagai 3 pendekatan ekstrinsik dan 1 pendekatan intrinsik.
a. Pendekatan Mimeti
Suatu pendekatan yang lebih memprioritaskan aspek-aspek referensial, acuan karya sastra,
hubungannya dengan dunia nyata.
b. Pendekatan pragmatik
Pendekatan yang memprioritaskan respon atau pengaruh suatu teks kepada pembaca atau
pendengar.
c. Pendekatan ekspresif
Suatu pendekatan yang fokus terhadap penulis karya sastra sebagai penciptanya yang memiliki
banyak arti di dalam karyanya, terutama pada ekspresi dan emosi pengarang.
d. Pendekatan objektif
Pendekatan yang membahas naskah tersebut tanpa melihat latar belakang (asal muasal)
naskah tersebut. Namun, para sastrawan modern memperoleh suatu pendekatan yang disebut
pendekatan represif. Pendekatan ini lebih menitikberatkan seberapa besar respons pembaca
terhadap karya yang ada.
5. Ilmu Agama
Selain ilmu sastra atau linguistik yang dibutuhkan dalam memahami sebuah teks, seorang filolog pula harus paham seluk-beluk mengenai agama yang ada di nusantara. Seperti Hindu, Budha dan Islam. Mengingat ketiga agama ini banyak pengaruh terhadap budaya nusantara. Di dalam ilmu bantu yang satu ini diharapkan seorang filolog dapat mengkoneksikan relevansi antara pengaruh agama dalam sebuah naskah seperti yang termuat dalam naskah Brahmadapura sebagai kitab panutan pemeluk agama Hindu.
Lebih lanjut, Dari sejumlah 5.000 naskah Melayu yang telah sukses ditulis oleh Ismail Hussein dari perpustakaan dan museum berbagai Negara yang terdiri dari 800 judul, 300 judul diantaranya seperti karya-karya dalam bidang ketuhanan (Baried, 1994:23). Dalam penjelasan ini melambangkan bahwa ilmu mengenai agama mempunyai peran penting dalam pembahasan filologi yang nantinya dapat memberikan peran serta terhadap pengkajian isi dari suatu naskah.
6. Sejarah Kebudayaan
Penguasaan Sejarah Negara bagi seorang filolog akan kontributif dalam mengkaji sejarah dan kebudayaan yang telah ada secara runtut dan monumental. Melalui sejarah kebudayaan, kita dapat memahami seberapa jauh kebudayaan yang tumbuh dan berkembang pada waktu itu. Hal ini, sangat berbanding lurus dengan seberapa cerdasnya karya yang mereka hadirkan.
7. Antropologi
Secara singkat dijelaskan bahwa antropologi adalah penyidikan terhadap manusia dan kehidupannya (Partanto, 2001:44). Dari definisi yang ada, maka dapat dihubungkan dengan filologi bahwa kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari adanya kebudayaan dan filologi membahas salah satu budaya dari manusia yang bersifat naskah. Dalam hal ini, antropologi lebih menitikberatkan observasi bagaimana manusia menyikapi naskah yang telah ada dari zaman dahulu hingga sekarang. (*)
Ilmu Bantu Filologi, Kedudukan Disiplin Ilmu Lain
![]() |
| Naskah (Foto: ilustration) |
1. Ilmu Linguistik
Linguistik ialah ilmu mengenai bahasa; riset bahasa secara ilmiah yang hadir pertama kali pada tahun 1808 dalam majalah ilmiah yang disunting oleh Johan Severin Vater dan Friedrich Justin Bertuch (Kridalaksana. 2011:114). Sementara kaitan antara filologi dan linguistik terefleksi dari objek pembahasannya, bahasa. Bilamana filologi melacak makna dari suatu teks yang pada hakekatnya adalah bahasa, maka filologi memerlukan linguistik sebagai cara untuk memaknai bahasa masa silam dengan berbagai keunikannya.
Setelah itu, ada beberapa bagian linguistik yang diyakini dapat kondusif terhadap filologi dalam pembahasan naskah. Pertama, etimologi yang berguna untuk menggali asal muasal sejarah kata. Kedua, sosiolinguistik ialah bagian linguistik yang membahas koneksi antara perilaku bahasa dan perilaku sosial. Ketiga, yaitu stilistika ialah ilmu yang menyoroti gaya pada bahasa sastra, dengan ini filologi akan terbantu guna memahami umur teks tersebut.
2. Pengetahuan Bahasa-Bahasa yang Mempengaruhi Bahasa Teks.
Dalam bagian ini, seorang filolog harus dapat menguasai atau memahami bahasa-bahasa yang sering termuat dalam naskah kuno yang dapat mempengaruhi suatu teks. Umpama dalam sebuah naskah kuno dalam ranah Nusantara yang banyak dimotivasi oleh bahasa asing. Terutama ialah bahasa Sansekerta dan Arab. Kedua bahasa ini akan memuluskan seorang filolog untuk menjelaskan makna suatu naskah nusantara.
Umpama bahasa Sanskerta yang banyak ditemui dalam naskah cerita fantasi atau berupa epik Ramayana, mahabarata, dan Sang Hyang Kamahayanikan. Sementara dalam kaedah bahasa arab akan ditemui karya dalam melayu kuno berupa karangan Abdurauf Asssingkeli, Hamzah Fanzuri, Nuruddin Arraniri, dan lain-lain. Dalam karya ini, mereka memakai bahasa Arab yang menjelaskan banyak hal tentang agama Islam yang mempunyai bentuk tanpa syakal atau berharokat.
3. Paleografi
Dari beberapa ilmu pendukung dalam kajian filologi, paleografi ialah ilmu yang wajib dipunyai oleh seorang filolog disebabkan ilmu ini mengkaji tentang tulisan-tulisan kuno. Sementara hubungan antara keduanya ialah pembahasan tentang penjabaran tulisan-tulisan kuno baik dalam prasasti, batu ataupun logam. Lebih lanjut, paleografi akan memudahkan dalam menetapkan waktu dan tempat peristiwa tulisan tersebut. Hal ini sangat perlu, sebab indikator-indikator yang hadir dari tulisan tersebut akan memberi titik terang menenai siapa pengarang tulisan tersebut. Selain itu, hal yang tidak boleh dilewatkan ialah observasi anatomi dari tulisan itu sendiri seperti ukuran, bahan naskah, tinta, panjang dan jarak baris dalam tulisan.
Dalam sejarah Asia tenggara, terdapat tulisan kuno yang dikembangkan di Nusantara dulu. Tulisan itu ialah tulisan yang disebut Palawa. Tulisan ini terbagi menjadi 2 ciri, palawa awal dan palawa lanjut. Palawa awal memperlihatkan adanya pengaruh dari India Selatan dan Sri Langka di abad ke-3 hingga abad ke-5. Sementara palawa lanjut, diawali pada abad ke-7 dan 8.
4. Ilmu Sastra
Dalam peradaban nusantara banyak sekali karya fantasi yang mengacu pada karya sastra. Karya sastra ini lebih dikontol dengan karya yang berjenis jenaka atau pelipur lara. Selain itu, ada juga kisah pewayangan yang menggambarkan cerita kehidupan manusia yang tercermin dari substansi agama Islam. Tentunya, itu seluruhnya memerlukan pendekataan yang signifikan demi memahami secara pasti makna dari kisah-kisah tersebut.
Untuk itu, pendekatan yang dirasa baik dan tepat ialah 4 pendekatan milik Abrams (1953) oleh Teeuw (1980) yang diyakini oleh Wellek dan Waren sebagai 3 pendekatan ekstrinsik dan 1 pendekatan intrinsik.
a. Pendekatan Mimeti
Suatu pendekatan yang lebih memprioritaskan aspek-aspek referensial, acuan karya sastra,
hubungannya dengan dunia nyata.
b. Pendekatan pragmatik
Pendekatan yang memprioritaskan respon atau pengaruh suatu teks kepada pembaca atau
pendengar.
c. Pendekatan ekspresif
Suatu pendekatan yang fokus terhadap penulis karya sastra sebagai penciptanya yang memiliki
banyak arti di dalam karyanya, terutama pada ekspresi dan emosi pengarang.
d. Pendekatan objektif
Pendekatan yang membahas naskah tersebut tanpa melihat latar belakang (asal muasal)
naskah tersebut. Namun, para sastrawan modern memperoleh suatu pendekatan yang disebut
pendekatan represif. Pendekatan ini lebih menitikberatkan seberapa besar respons pembaca
terhadap karya yang ada.
5. Ilmu Agama
Selain ilmu sastra atau linguistik yang dibutuhkan dalam memahami sebuah teks, seorang filolog pula harus paham seluk-beluk mengenai agama yang ada di nusantara. Seperti Hindu, Budha dan Islam. Mengingat ketiga agama ini banyak pengaruh terhadap budaya nusantara. Di dalam ilmu bantu yang satu ini diharapkan seorang filolog dapat mengkoneksikan relevansi antara pengaruh agama dalam sebuah naskah seperti yang termuat dalam naskah Brahmadapura sebagai kitab panutan pemeluk agama Hindu.
Lebih lanjut, Dari sejumlah 5.000 naskah Melayu yang telah sukses ditulis oleh Ismail Hussein dari perpustakaan dan museum berbagai Negara yang terdiri dari 800 judul, 300 judul diantaranya seperti karya-karya dalam bidang ketuhanan (Baried, 1994:23). Dalam penjelasan ini melambangkan bahwa ilmu mengenai agama mempunyai peran penting dalam pembahasan filologi yang nantinya dapat memberikan peran serta terhadap pengkajian isi dari suatu naskah.
6. Sejarah Kebudayaan
Penguasaan Sejarah Negara bagi seorang filolog akan kontributif dalam mengkaji sejarah dan kebudayaan yang telah ada secara runtut dan monumental. Melalui sejarah kebudayaan, kita dapat memahami seberapa jauh kebudayaan yang tumbuh dan berkembang pada waktu itu. Hal ini, sangat berbanding lurus dengan seberapa cerdasnya karya yang mereka hadirkan.
7. Antropologi
Secara singkat dijelaskan bahwa antropologi adalah penyidikan terhadap manusia dan kehidupannya (Partanto, 2001:44). Dari definisi yang ada, maka dapat dihubungkan dengan filologi bahwa kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari adanya kebudayaan dan filologi membahas salah satu budaya dari manusia yang bersifat naskah. Dalam hal ini, antropologi lebih menitikberatkan observasi bagaimana manusia menyikapi naskah yang telah ada dari zaman dahulu hingga sekarang. (*)
Description: Ilmu Bantu Filologi, Kedudukan Disiplin Ilmu Lain
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Ilmu Bantu Filologi, Kedudukan Disiplin Ilmu Lain
3/31/2013
Padang - Menelusuri pedalaman hutan rimbun alas setapak di tanah sumatera, menyajikan sebuah catatan berbau cerita antropolog menarik yang terselubung. Data “Orang-orang pendek” sedikit kabua-kabua tarang (Minang: bayang-bayang) bagi masyarakat sekitar dan para peneliti, walaupun masih berupa teka-teki yang butuh justifikasi dari minimnya statistik akurasi dan ilmiah. Namun beberapa pembeberan akan cukup mengasyikan dan menarik untuk disimak. Hal itu berakar pada jejak fisik maupun non-fisik hasil temuan para peneliti urang awak, orang asing, maupun masyarakat yang mengaku pernah melihatnya secara langsung.
Dilansir dari viva.co.id, Minggu (31/03/2013), ekspedisi selama dua pekan polisi hutan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, melakukan patroli di area berluas 125 ribu hektar guna pemantauan hutan dari pembalakan dan perburuan liar. Dibeberapa titik, mereka yang terdiri dari 4 resor, satu regu patroli diantaranya, resor Rawa Bunder, Way Kanan, mengaku pernah melihat “Orang pendek” secara langsung, Minggu (17/03/2013). Menjelang malam, tujuh polisi itu sedang lelah dan istirahat, dari kejauh terlihat sekelompok makhluk berbentuk manusia, sedikit berbulu, seperti kera, berjalan dengan kedua kaki sambil memegang tombak, bahkan ada juga yang sedang mengendong anak saat melintasi rawa. Mereka mirip manusia purba, tanpa memakai baju dan berambut gimbal memandangi petugas patroli tersebut dari jarak 30 meter. Diduga “Orang pendek” itu sedang mencari ikan atau mencari minum. Dengan sekejap, “Orang-orang pendek" itu masuk ke dalam rimbunan “semak belukar”.
Demi mengungkap rasa penasaran, tiga hari kemudian, grup petugas kehutanan itu mendatangi kembali ke lokasi yang sama. Diwaktu yang persis, berharap “Orang pendek” muncul kembali. Harapan mereka terjawab, “Orang-orang pendek” yang kini berjumlah lebih dari sepuluh terlihat lagi. Sontak, mereka mengabadikan segera menggunakan kamera, namun nihil, hilang di dalam rimbunan “semak blukar”. Hari itu juga mereka memasang 15 kamera inframerah yang aktif pada siang dan malam dengan sistem sensor gerak yang tajam dipasangkan pada tiap areal.
Fenomena ini bukan pertama kali, sebelumnya satu regu pendaki Gunung Singgalang juga melihat makhluk serupa. Sebut saja namanya Denni, anggota regu ini berkisah ketika mengarungi ketinggian gunung setinggi 2.887 meter. Ia pernah bertemu dengan “Orang pendek”. Pagi hari di area dataran pinggang gunung, regu itu kaget sekaligus takjub melihat sepasang monyet berjalan mengayun khas seperti manusia berjarak kira-kira 30 meter dari mereka. Kenangnya, selain wajah “Orang pendek” itu ditutupi bulu berwarna keemasan, berjalan tegak dan sedang berpegangan tangan. Walaupun posturnya seperti manusia, namun dengan bulu-bulu tipis bagian dinding tubuhnya tampak seperti monyet. Tinggi makhluk itu sekitar 1 meter tanpa ekor. Penampakan itu tergolong langka, dengan sigap Denni mengambil kamera disakunya untuk mengambil gambar. lagi-lagi reflek “Orang pendek” bergerak lebih cepat hilang dirimbunan pepohonan.
Deborah Martyr, perempuan peneliti asal Inggris yang juga pernah melihat “Orang pendek” di Taman Nasional Kerinci Seblat, ia meragukan penampakan yang dilihat oleh polisi hutan Way Kambas adalah makhluk yang sama. “Orang-orang pendek” yang pernah dilihatnya digaris Sumatera Barat, Jambi dan Bengkulu bersifat individual, tidak berkelompok lebih dari tiga orang. Pemimpin Tim Fauna dan Flora International’s Tiger Protection and Conservation Units ini menjelaskan, umumnya “Orang pendek” bersifat soliter dan ia belum pernah melihat secara bergerombolan hingga belasan.
Perkenalannya dengan “Orang pendek” dimulai tahun 1989. Kesibukkan perkerjaan sebagai jurnalis disalah satu media Inggris membawanya berlibur ke kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang membentang di empat provinsi, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi dan Sumatera Selatan. Berita burung yang ia dapat dari masyarakat memacu adrenalinnya untuk meneliti keabsahan “Orang-orang pendek”. Pada tahun 1994, Debbie, begitu panggilannya bersama Jeremy Holden tim Fauna dan Flora International-IP dan Achmad Yanuar dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melakukan eksplorasi komprehensif mengenai “Orang-orang pendek”.
Debbie pertama kali melihat “Orang pendek” tahun 1994 di areal Gunung Tujuh dan Gunung Kerinci. Perjalanan berikutnya, tahun 1995 di Solok Selatan. Tahun itu juga ia menyaksikan kembali keberadaan “Orang pendek” di kawasan hutan lindung perbatasan Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Terakhir, Debbie menyaksikan mereka kembali di sebuah hutan produksi Muko-muko, Bengkulu, dan di Tapan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Uraian panjang perjalanan, tak satupun yang berhasil memotretnya secara langsung, bahkan kamera canggih yang biasa memotret reflek harimau sumatera tidak berkomentar. Saat ini penelitiannya merujuk pada pandangan jejak dan saksi mata. Dari hasil pantauan, mereka bertubuh agak besar dengan tinggi 130 cm. Warna kulitnya madu tua, dan bulu di kepala sedikit tebal.
Achmad Yanuar yang menuntaskan gelar magisternya di Universitas Cambridge, Inggris, juga pernah mengalami hal yang sama. Hanya bisa melihat, namun tak bisa mengabadikan gambar. Sebelum Debbie, ia lebih dulu menyaksikan “Orang pendek” di Lampung tahun 1993 yang dimuat pada laporan Project Orang Pendek. Jelasnya, mereka berbulu kecoklatan, berjalan dengan kedua kaki dan mengayunkan tangan layaknya manusia.
Dari hasil menifestasi yang nihil “jepretan”, para peneliti sudah berhasil mengabadikan jejak-jejak spesimen seperti rambut, feses, jejak telapak kaki dan bentuk pola pemukimannya. Teori ‘puzzel’ ini cukup sebagai rantai spektator demi menguak informasi lebih cermat lagi mengenai keberadaan “Orang-orang pendek”. Apakah “Orang pendek” segolong manusia atau sebangsa kera yang belum terdata, namun logat bergaya manusia dan lebih dekat kepada struktur DNA manusia, sampai saat ini masih banyak menuai tanda tanya. (wal)
Lagi! Perburuan Misteri "Orang Pendek" di Pulau Andalas
![]() |
| Orang Pendek (Foto: ilustration) |
Dilansir dari viva.co.id, Minggu (31/03/2013), ekspedisi selama dua pekan polisi hutan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, melakukan patroli di area berluas 125 ribu hektar guna pemantauan hutan dari pembalakan dan perburuan liar. Dibeberapa titik, mereka yang terdiri dari 4 resor, satu regu patroli diantaranya, resor Rawa Bunder, Way Kanan, mengaku pernah melihat “Orang pendek” secara langsung, Minggu (17/03/2013). Menjelang malam, tujuh polisi itu sedang lelah dan istirahat, dari kejauh terlihat sekelompok makhluk berbentuk manusia, sedikit berbulu, seperti kera, berjalan dengan kedua kaki sambil memegang tombak, bahkan ada juga yang sedang mengendong anak saat melintasi rawa. Mereka mirip manusia purba, tanpa memakai baju dan berambut gimbal memandangi petugas patroli tersebut dari jarak 30 meter. Diduga “Orang pendek” itu sedang mencari ikan atau mencari minum. Dengan sekejap, “Orang-orang pendek" itu masuk ke dalam rimbunan “semak belukar”.
Demi mengungkap rasa penasaran, tiga hari kemudian, grup petugas kehutanan itu mendatangi kembali ke lokasi yang sama. Diwaktu yang persis, berharap “Orang pendek” muncul kembali. Harapan mereka terjawab, “Orang-orang pendek” yang kini berjumlah lebih dari sepuluh terlihat lagi. Sontak, mereka mengabadikan segera menggunakan kamera, namun nihil, hilang di dalam rimbunan “semak blukar”. Hari itu juga mereka memasang 15 kamera inframerah yang aktif pada siang dan malam dengan sistem sensor gerak yang tajam dipasangkan pada tiap areal.
Fenomena ini bukan pertama kali, sebelumnya satu regu pendaki Gunung Singgalang juga melihat makhluk serupa. Sebut saja namanya Denni, anggota regu ini berkisah ketika mengarungi ketinggian gunung setinggi 2.887 meter. Ia pernah bertemu dengan “Orang pendek”. Pagi hari di area dataran pinggang gunung, regu itu kaget sekaligus takjub melihat sepasang monyet berjalan mengayun khas seperti manusia berjarak kira-kira 30 meter dari mereka. Kenangnya, selain wajah “Orang pendek” itu ditutupi bulu berwarna keemasan, berjalan tegak dan sedang berpegangan tangan. Walaupun posturnya seperti manusia, namun dengan bulu-bulu tipis bagian dinding tubuhnya tampak seperti monyet. Tinggi makhluk itu sekitar 1 meter tanpa ekor. Penampakan itu tergolong langka, dengan sigap Denni mengambil kamera disakunya untuk mengambil gambar. lagi-lagi reflek “Orang pendek” bergerak lebih cepat hilang dirimbunan pepohonan.
![]() |
| Taman Nasional Kerinci Seblat (Foto: National Geographic) |
Perkenalannya dengan “Orang pendek” dimulai tahun 1989. Kesibukkan perkerjaan sebagai jurnalis disalah satu media Inggris membawanya berlibur ke kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang membentang di empat provinsi, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi dan Sumatera Selatan. Berita burung yang ia dapat dari masyarakat memacu adrenalinnya untuk meneliti keabsahan “Orang-orang pendek”. Pada tahun 1994, Debbie, begitu panggilannya bersama Jeremy Holden tim Fauna dan Flora International-IP dan Achmad Yanuar dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melakukan eksplorasi komprehensif mengenai “Orang-orang pendek”.
Debbie pertama kali melihat “Orang pendek” tahun 1994 di areal Gunung Tujuh dan Gunung Kerinci. Perjalanan berikutnya, tahun 1995 di Solok Selatan. Tahun itu juga ia menyaksikan kembali keberadaan “Orang pendek” di kawasan hutan lindung perbatasan Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Terakhir, Debbie menyaksikan mereka kembali di sebuah hutan produksi Muko-muko, Bengkulu, dan di Tapan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
![]() |
| Jejak Kaki Mungil (Foto: National Geographic) |
![]() |
| Jejak Kaki (Foto: National Geographic) |
Dari hasil menifestasi yang nihil “jepretan”, para peneliti sudah berhasil mengabadikan jejak-jejak spesimen seperti rambut, feses, jejak telapak kaki dan bentuk pola pemukimannya. Teori ‘puzzel’ ini cukup sebagai rantai spektator demi menguak informasi lebih cermat lagi mengenai keberadaan “Orang-orang pendek”. Apakah “Orang pendek” segolong manusia atau sebangsa kera yang belum terdata, namun logat bergaya manusia dan lebih dekat kepada struktur DNA manusia, sampai saat ini masih banyak menuai tanda tanya. (wal)
Description: Lagi! Perburuan Misteri "Orang Pendek" di Pulau Andalas
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Lagi! Perburuan Misteri "Orang Pendek" di Pulau Andalas
3/23/2013
Download Ebook Gratis: Pendekatan Sejarah Lokal
Description: Download Ebook Gratis: Pendekatan Sejarah Lokal
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Download Ebook Gratis: Pendekatan Sejarah Lokal
3/20/2013
Sebuah kreasi baik sastra atau tidak berbentuk refleksi keintelektualan masyarakatnya. Objek inilah yang berusaha ditelaah oleh filologi dalam memahami setiap naskah kuno yang ada sebagai sasaran diagnosisnya. Hasil pembahasan ini, dapat juga dimanfaatkan guna mencermati adat istiadat masyarakat tempo dulu yang bisa diaplikasikan sebagai data peninjauan ilmu-ilmu lain. Dengan kata lain, filologi menyediakan beberapa data yang telah difilterisasi berdasarkan kandungan naskah itu sendiri dan mengategorikannya. Sementara beberapa ilmu yang menginisisasikan filologi sebagai ilmu bantu adalah ilmu sejarah, ilmu kebudayaan, ilmu agama, ilmu adat istiadat, dll.
a. Filologi Sebagai Ilmu Bantu Linguistik
Guna eksplorasi linguistik dan kronik, hal ini sangat dibutuhkan bagi seorang juru linguistik membutuhkan suntingan teks lama dan bahasa dari teks lama tersebut juga diperlukan oleh Filologi, sebab dapat menggali dan menyelidiki serta membandingkan sistem bahasa tulis dengan bahasa sehari-hari.
b. Filologi Sebagai Ilmu Bantu Ilmu Sastra
Terutama seperti pensuplaian suntingan naskah lama dari hasil penelitian teks yang mungkin dapat digunakan sebagai bahan penataan sejarah sastra atau teori sastra. Hasil-hasil telaah terhadap teks-teks sastra lama akan sangat bermanfaat untuk mengklasifikasikan teori-teori ilmu sastra secara umum.
c. Filologi Sebagai Ilmu Bantu Ilmu Sejarah Kebudayaan
Filologi mengekspos khazanah warisan nenek moyang seperti: kepercayaan, adat istiadat, kesenian, dll. Termasuk juga beberapa elemen-elemen sekarang sudah punah (seperti: istilah-istilah bidang musik, takaran, timbangan, ukuran, mata uang, dsb.)
d. Filologi Sebagai Ilmu Bantu Ilmu Sejarah
Naskah-naskah di bumi pertiwi diyakini berisi teks sejarah (contoh: Negarakertagama, Pararaton). Dapat digunakan sebagai rujukan sejarah jika sudah diuji berlandaskan sumber-sumber lain. Sebagai informasi gambaran kehidupan masyarakat yang jarang ditemui seperti: Serat wicarakeras yang memberikan kritikan tajam terhadap masyarakat Surakarta (lingkungan keraton).
e. Filologi Sebagai Ilmu Bantu Ilmu Hukum Adat
Terutama dalam penyediaan teks. Penulisannya baru dilaksanakan kemudian hari, jika dirasakan perlu kepastian peraturan hukum oleh raja atau setelah ada dampak dari barat. Contoh, Kitab Angger-angger; Praniti Raja, Surya Ngalam, Nawala Pradata, Angger Sadasa, dll.
f. Filologi Sebagai Ilmu Bantu Dalam Historis Perkembangan Agama
Naskah-naskah jawa kuno dominan dikontrol oleh agama Budha dan Hindu. Hasil suntingan teks religi dan hasil analisis maknanya menjadi bahan penulisan perkembangan agama yang sangat berguna.
h. Filologi Sebagai Ilmu Bantu Ilmu Filsafat
Teks-teks sastra banyak bermuatan nasihat dan adagium. Naskah-naskah yang berisi tasawuf bermuatan filsafat yang banyak, terutama Melayu dan Jawa.
Filologi Sebagai Ilmu Bantu, Kedudukan Pengetahuan Lain
![]() |
| Naskah kuno (Foto: java) |
a. Filologi Sebagai Ilmu Bantu Linguistik
Guna eksplorasi linguistik dan kronik, hal ini sangat dibutuhkan bagi seorang juru linguistik membutuhkan suntingan teks lama dan bahasa dari teks lama tersebut juga diperlukan oleh Filologi, sebab dapat menggali dan menyelidiki serta membandingkan sistem bahasa tulis dengan bahasa sehari-hari.
b. Filologi Sebagai Ilmu Bantu Ilmu Sastra
Terutama seperti pensuplaian suntingan naskah lama dari hasil penelitian teks yang mungkin dapat digunakan sebagai bahan penataan sejarah sastra atau teori sastra. Hasil-hasil telaah terhadap teks-teks sastra lama akan sangat bermanfaat untuk mengklasifikasikan teori-teori ilmu sastra secara umum.
c. Filologi Sebagai Ilmu Bantu Ilmu Sejarah Kebudayaan
Filologi mengekspos khazanah warisan nenek moyang seperti: kepercayaan, adat istiadat, kesenian, dll. Termasuk juga beberapa elemen-elemen sekarang sudah punah (seperti: istilah-istilah bidang musik, takaran, timbangan, ukuran, mata uang, dsb.)
d. Filologi Sebagai Ilmu Bantu Ilmu Sejarah
Naskah-naskah di bumi pertiwi diyakini berisi teks sejarah (contoh: Negarakertagama, Pararaton). Dapat digunakan sebagai rujukan sejarah jika sudah diuji berlandaskan sumber-sumber lain. Sebagai informasi gambaran kehidupan masyarakat yang jarang ditemui seperti: Serat wicarakeras yang memberikan kritikan tajam terhadap masyarakat Surakarta (lingkungan keraton).
e. Filologi Sebagai Ilmu Bantu Ilmu Hukum Adat
Terutama dalam penyediaan teks. Penulisannya baru dilaksanakan kemudian hari, jika dirasakan perlu kepastian peraturan hukum oleh raja atau setelah ada dampak dari barat. Contoh, Kitab Angger-angger; Praniti Raja, Surya Ngalam, Nawala Pradata, Angger Sadasa, dll.
f. Filologi Sebagai Ilmu Bantu Dalam Historis Perkembangan Agama
Naskah-naskah jawa kuno dominan dikontrol oleh agama Budha dan Hindu. Hasil suntingan teks religi dan hasil analisis maknanya menjadi bahan penulisan perkembangan agama yang sangat berguna.
h. Filologi Sebagai Ilmu Bantu Ilmu Filsafat
Teks-teks sastra banyak bermuatan nasihat dan adagium. Naskah-naskah yang berisi tasawuf bermuatan filsafat yang banyak, terutama Melayu dan Jawa.
Description: Filologi Sebagai Ilmu Bantu, Kedudukan Pengetahuan Lain
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Filologi Sebagai Ilmu Bantu, Kedudukan Pengetahuan Lain
3/17/2013
Download Ebook Gratis: Sejarah, Konsentrasi Asia Tenggara
Description: Download Ebook Gratis: Sejarah, Konsentrasi Asia Tenggara
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Download Ebook Gratis: Sejarah, Konsentrasi Asia Tenggara
3/11/2013
Herodotus dikenal dengan sebutan bapak sejarah, dideskripsikan oleh Cicero sebagai ‘bapak sejarah’. Meskipun disapa sebagai ‘bapak sejarah’, karya tulis Herodotus berisi nilai lebih sebagai riwayat mengenai peristiwa baik yang dilihatnya sendiri atau merangkum dari “sumber yang dia anggap terpercaya”. Herodotus berkelana ke berbagai tempat untuk mendapatkan informasi tangan pertama mengenai berbagai peristiwa. Dia juga mengungkapkan, “Merupakan tugas saya untuk mengulangi apa yang dikatakan, tapi jangan pernah langsung percaya dengan apa yang saya tulis tanpa syarat, pernyataan ini berlaku untuk semua karya saya”.
Dia terlihat telah lebih awal membuat determinasi menulis sebuah karya sejarah dalam rasio yang panjang, dan dengan perspektif tersebut ia bertekad untuk mengetahui dengan mata kepalanya mengenai masa silam. Hal itu dideklarasikan dengan mengunjungi beberapa negara terpencil. Kemudian ia mendedikasikan perhatian khusus ke Mesir, yang pada waktu itu minim diketahui, ia berikutnya mendatangi Palestina dan Phoenicia, dan akhirnya menerobos sejauh timur seperti Babel dan Susa. Kita juga diwartakan bahwa ia berlayar melewati Hellespont ke Laut Hitam, dan mendatangi semua negara berada dipantainya. Setelah kembali, ia terlihat telah tinggal selama beberapa waktu di Athena. Dia kemudian mundur ke Thurii, di Italia. Di sini, kemungkinan besar, ia menulis karya-nya yang kekal, dalam perjalanan hidupnya.
Herodotus lahir sekitar tahun 484 SM di Halicarnassus. Merupakan sebuah kota utama yang berada dekat Asia Kecil, Halicarnassus yang dipimpin oleh Ratu Artemisia. Ratu Artemisia ialah pengikut Raja Persia Xerxes dan telah berperang bersama-sama dalam pertempuran di laut Salemis. Tidak banyak yang diketahui mengenai masa kecilnya. Biografi tentang Herodotus baru dikenal saat dia mulai beralih dewasa. Sepeninggal Ratu Artemisia, cucunya yang bernama Lygdamis ganti memimpin. Dia merupakan seorang diktator sehingga tidak disukai oleh rakyatnya.
Herodotus muda dan pamannya Panyasis adalah seorang penyair, terseret dalam kegagagalan menggulingkan Lygdamis. Kegagalan ini berbuntut pada penangkapan dan eksekusi Panyasis. Herodotus sukses melarikan diri dan mencari pengamanan di kota tetangga Samos. Di Samos, Herodotus tinggal selama delapan tahun sembari mempelajari dialek Ionic yang dipakai saat menulis karya-karyanya di masa depan. Setelah Lygdamis ditumbangkan, Herodotus kembali ke Halicarnassus, namun ternyata tetap tidak diterima oleh pemerintah baru sehingga mendesaknya sekali lagi meninggalkan kota kelahirannya tersebut.
Herodotus kini mengarah ke Athena, kota yang sedang menggapai puncak budaya, dan dengan cepat segera merasa nyaman. Di Athena, Herodotus berkisah tentang pengalamannya dengan Lygdamis di Halicarnassus kepada sahabat cendekiawan dan akhirnya diberikan sokongan untuk menopang hidup sehari-hari. Lokasi yang pernah didatangi Herodotus diantaranya adalah Mesir, Babilonia, Susa, Ecbatana, Krimea, Georgia, Tirus, Suriah, Thrace, Kirene, Libya, dan seluruh Yunani.
Buku yang ditulis Herodotus berisi mengenai karakter geografis lokasi yang didatanginya, hewan dan tumbuhan dari wilayah tersebut, sifat-sifat khusus dari orang-orang yang bertempat tinggal di dalamnya, politik, sosial, dan budaya, serta cerita-cerita dan tambo yang hidup di dalamnya. Sejumlah perspektif subyektif dan unsur moral dalam tulisan-tulisan Herodotus jelas tidak dapat dihindari mengingat dia menulis dari pandangannya sendiri dan sering merujuk peradaban Yunani sebagai barometer menilai peradaban lain.
Sekitar 444 SM, orang Athena mendokrin koloni baru bernama Thurii di Italia selatan. Lokasi tersebut menjadi konferensi internasional dan warga terkemuka dari seluruh bangsa beradab. Herodotus tinggal di Thurii untuk beberapa waktu, pada akhirnya menakdirkan kembali ke Athena pada tahun 432 SM. Herodotus wafat di Athena antara tahun 426 hingga 415 SM.
Biografi Herodotus, Bapak Sejarah Dunia (484-425 SM)
![]() |
| Herodotus (Foto: patung klasik) |
Dia terlihat telah lebih awal membuat determinasi menulis sebuah karya sejarah dalam rasio yang panjang, dan dengan perspektif tersebut ia bertekad untuk mengetahui dengan mata kepalanya mengenai masa silam. Hal itu dideklarasikan dengan mengunjungi beberapa negara terpencil. Kemudian ia mendedikasikan perhatian khusus ke Mesir, yang pada waktu itu minim diketahui, ia berikutnya mendatangi Palestina dan Phoenicia, dan akhirnya menerobos sejauh timur seperti Babel dan Susa. Kita juga diwartakan bahwa ia berlayar melewati Hellespont ke Laut Hitam, dan mendatangi semua negara berada dipantainya. Setelah kembali, ia terlihat telah tinggal selama beberapa waktu di Athena. Dia kemudian mundur ke Thurii, di Italia. Di sini, kemungkinan besar, ia menulis karya-nya yang kekal, dalam perjalanan hidupnya.
Herodotus lahir sekitar tahun 484 SM di Halicarnassus. Merupakan sebuah kota utama yang berada dekat Asia Kecil, Halicarnassus yang dipimpin oleh Ratu Artemisia. Ratu Artemisia ialah pengikut Raja Persia Xerxes dan telah berperang bersama-sama dalam pertempuran di laut Salemis. Tidak banyak yang diketahui mengenai masa kecilnya. Biografi tentang Herodotus baru dikenal saat dia mulai beralih dewasa. Sepeninggal Ratu Artemisia, cucunya yang bernama Lygdamis ganti memimpin. Dia merupakan seorang diktator sehingga tidak disukai oleh rakyatnya.
Herodotus muda dan pamannya Panyasis adalah seorang penyair, terseret dalam kegagagalan menggulingkan Lygdamis. Kegagalan ini berbuntut pada penangkapan dan eksekusi Panyasis. Herodotus sukses melarikan diri dan mencari pengamanan di kota tetangga Samos. Di Samos, Herodotus tinggal selama delapan tahun sembari mempelajari dialek Ionic yang dipakai saat menulis karya-karyanya di masa depan. Setelah Lygdamis ditumbangkan, Herodotus kembali ke Halicarnassus, namun ternyata tetap tidak diterima oleh pemerintah baru sehingga mendesaknya sekali lagi meninggalkan kota kelahirannya tersebut.
Herodotus kini mengarah ke Athena, kota yang sedang menggapai puncak budaya, dan dengan cepat segera merasa nyaman. Di Athena, Herodotus berkisah tentang pengalamannya dengan Lygdamis di Halicarnassus kepada sahabat cendekiawan dan akhirnya diberikan sokongan untuk menopang hidup sehari-hari. Lokasi yang pernah didatangi Herodotus diantaranya adalah Mesir, Babilonia, Susa, Ecbatana, Krimea, Georgia, Tirus, Suriah, Thrace, Kirene, Libya, dan seluruh Yunani.
Buku yang ditulis Herodotus berisi mengenai karakter geografis lokasi yang didatanginya, hewan dan tumbuhan dari wilayah tersebut, sifat-sifat khusus dari orang-orang yang bertempat tinggal di dalamnya, politik, sosial, dan budaya, serta cerita-cerita dan tambo yang hidup di dalamnya. Sejumlah perspektif subyektif dan unsur moral dalam tulisan-tulisan Herodotus jelas tidak dapat dihindari mengingat dia menulis dari pandangannya sendiri dan sering merujuk peradaban Yunani sebagai barometer menilai peradaban lain.
Sekitar 444 SM, orang Athena mendokrin koloni baru bernama Thurii di Italia selatan. Lokasi tersebut menjadi konferensi internasional dan warga terkemuka dari seluruh bangsa beradab. Herodotus tinggal di Thurii untuk beberapa waktu, pada akhirnya menakdirkan kembali ke Athena pada tahun 432 SM. Herodotus wafat di Athena antara tahun 426 hingga 415 SM.
Description: Biografi Herodotus, Bapak Sejarah Dunia (484-425 SM)
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Biografi Herodotus, Bapak Sejarah Dunia (484-425 SM)
3/10/2013
Secara etimologi, kata sejarah bersumber dari bahasa Arab syajarah (syajaratun) artinya pohon. Di Indonesia sejarah juga mempunyai arti silsilah, asal-usul, riwayat, dan jika dibentuk komposisinya menyerupai pohon utuh dengan cabang, ranting, dan daun. Di dalam istilah sejarah terekam makna pertumbuhan atau silsilah. Pada masa kini, untuk keperluan tertentu kita membutuhkan kausa riwayat hidup. Kata riwayat berarti informasi atau cerita tentang kejadian.
Meskipun kata hikayat (akrab dengan kata sejarah), artinya cerita mengenai kehidupan, yaitu status manusia sebagai objeknya, disebut juga biografi (bios = hidup, graven = menulis). Jadi, cerita yang berotasi tentang kehidupan penulis yang ditulis oleh diri sendiri atau pelakunya sendiri disebut “autobiografi”. Beberapa interpretasi sejarah yang dideklarasikan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut.
1. Roeslan Abdulgani
Menerangkan bahwa sejarah adalah ilmu yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis (mobilisasi) keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lalu beserta peristiwanya; dengan maksud guna menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya, agat dijadikan perbendaharaan-rujukan bagi penilaian dan penentuan keadaan masa sekarang serta arah progres masa depan. Ilmu sejarah perumpamaan penglihatan tiga dimensi; pertama penglihatan ke masa lampau, kedua ke masa kini, dan ketiga ke masa yang akan datang. Atau dengan kata lain, dalam telaah masa lalu tidak dapat melepaskan diri dari fakta-fakta masa sekarang yang sedang dihadapi, dan sedikit banyak tidak dapat kita melepaskan diri dari sudut pandang masa depan.
2. Moh. Yamin, SH
Memberikan pemahaman sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil eksplorasi (penyelidikan) dari peristiwa yang dapat dibuktikan dengan realitas.
3. Thomas Carlyle
Memberikan definisi sejarah adalah kejadian masa silam yang mengkaji biografi orang-orang terkenal. Mereka ialah penyelamat pada zamannya. Mereka juga orang-orang besar yang pernah ditulis sebagai peletak dasar sejarah.
4. Herodotus
Ahli sejarah pertama dunia berkebangsaan Yunani, yang bergelar The Father of History atau Bapak Sejarah. Perspektif Herodotus, sejarah tidak berkembang ke arah depan dengan target yang pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia.
5. Ibnu Khaldun
Menjelaskan sejarah sebagai catatan mengenai masyarakat umat manusia atau peradaban dunia, perihal perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu.
Dari beberapa rumusan yang diutarakan oleh beberapa tokoh di atas tidaklah sama dalam hal isi, taraf dan tujuannya. Namun, dapat dipahami beberapa elemen pokoknya, yaitu adanya peristiwa, kisah, dan ilmu sejarah. Tentang hal ini, R. Moh. Ali merangkum definisi sejarah sebagai berikut:
1. Sejarah adalah ilmu yang menginvestigasi perkembangan peristiwa dan kejadian kejadian di masa silam.
2. Sejarah yakni mengemukakan, kejadian-kejadian yang berkaitan dengan manusia,
yaitu mengenai perubahan yang real (nyata) di dalam kehidupan manusia.
3. Sejarah adalah cerita yang terorganisasi secara sistematis (teratur dan rapi). Dari definisi Moh. Ali
ini dapat diketahu bahwa sejarah menyangkut semua perubahan dan perkembangan kehidupan
manusia.
Dengan demikian jelas juga bahwa yang memiliki sejarah hanyalah manusia. Untuk menyingkap
kehidupan manusia masa lalu, sejarah telah merumuskan dalam enam pertanyaan, yaitu sebagai berikut:
1. What (apa), yang mengarah kepada bentuk kejadian yang terjadi pada masa silam,
2. Who (siapa), yang membahas mengenai tokoh atau orang yang turut serta dalam peristiwa.
3. When (kapan), menunjuk pada waktu terjadinya peristiwa tersebut.
4. Where (di mana), merujuk kepada tempat suatu peristiwa terjadi.
5. How (bagaimana), mengartikan kepada proses terjadinya peristiwa tersebut.
6. Why (mengapa), menjelaskan kepada hubungan sebab akibat peristiwa tersebut.
Tinta Kolosal: Pengertian dan Definisi Sejarah Menurut Para Ahli
![]() |
| History (Foto: klasik) |
Meskipun kata hikayat (akrab dengan kata sejarah), artinya cerita mengenai kehidupan, yaitu status manusia sebagai objeknya, disebut juga biografi (bios = hidup, graven = menulis). Jadi, cerita yang berotasi tentang kehidupan penulis yang ditulis oleh diri sendiri atau pelakunya sendiri disebut “autobiografi”. Beberapa interpretasi sejarah yang dideklarasikan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut.
1. Roeslan Abdulgani
Menerangkan bahwa sejarah adalah ilmu yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis (mobilisasi) keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lalu beserta peristiwanya; dengan maksud guna menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya, agat dijadikan perbendaharaan-rujukan bagi penilaian dan penentuan keadaan masa sekarang serta arah progres masa depan. Ilmu sejarah perumpamaan penglihatan tiga dimensi; pertama penglihatan ke masa lampau, kedua ke masa kini, dan ketiga ke masa yang akan datang. Atau dengan kata lain, dalam telaah masa lalu tidak dapat melepaskan diri dari fakta-fakta masa sekarang yang sedang dihadapi, dan sedikit banyak tidak dapat kita melepaskan diri dari sudut pandang masa depan.
2. Moh. Yamin, SH
Memberikan pemahaman sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil eksplorasi (penyelidikan) dari peristiwa yang dapat dibuktikan dengan realitas.
3. Thomas Carlyle
Memberikan definisi sejarah adalah kejadian masa silam yang mengkaji biografi orang-orang terkenal. Mereka ialah penyelamat pada zamannya. Mereka juga orang-orang besar yang pernah ditulis sebagai peletak dasar sejarah.
4. Herodotus
Ahli sejarah pertama dunia berkebangsaan Yunani, yang bergelar The Father of History atau Bapak Sejarah. Perspektif Herodotus, sejarah tidak berkembang ke arah depan dengan target yang pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia.
5. Ibnu Khaldun
Menjelaskan sejarah sebagai catatan mengenai masyarakat umat manusia atau peradaban dunia, perihal perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu.
Dari beberapa rumusan yang diutarakan oleh beberapa tokoh di atas tidaklah sama dalam hal isi, taraf dan tujuannya. Namun, dapat dipahami beberapa elemen pokoknya, yaitu adanya peristiwa, kisah, dan ilmu sejarah. Tentang hal ini, R. Moh. Ali merangkum definisi sejarah sebagai berikut:
1. Sejarah adalah ilmu yang menginvestigasi perkembangan peristiwa dan kejadian kejadian di masa silam.
2. Sejarah yakni mengemukakan, kejadian-kejadian yang berkaitan dengan manusia,
yaitu mengenai perubahan yang real (nyata) di dalam kehidupan manusia.
3. Sejarah adalah cerita yang terorganisasi secara sistematis (teratur dan rapi). Dari definisi Moh. Ali
ini dapat diketahu bahwa sejarah menyangkut semua perubahan dan perkembangan kehidupan
manusia.
Dengan demikian jelas juga bahwa yang memiliki sejarah hanyalah manusia. Untuk menyingkap
kehidupan manusia masa lalu, sejarah telah merumuskan dalam enam pertanyaan, yaitu sebagai berikut:
1. What (apa), yang mengarah kepada bentuk kejadian yang terjadi pada masa silam,
2. Who (siapa), yang membahas mengenai tokoh atau orang yang turut serta dalam peristiwa.
3. When (kapan), menunjuk pada waktu terjadinya peristiwa tersebut.
4. Where (di mana), merujuk kepada tempat suatu peristiwa terjadi.
5. How (bagaimana), mengartikan kepada proses terjadinya peristiwa tersebut.
6. Why (mengapa), menjelaskan kepada hubungan sebab akibat peristiwa tersebut.
Description: Tinta Kolosal: Pengertian dan Definisi Sejarah Menurut Para Ahli
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Tinta Kolosal: Pengertian dan Definisi Sejarah Menurut Para Ahli
3/01/2013
Padang - Materi kuliah yang disajikan oleh Bapak Rifki Abror Ananda, M.Ag (Dosen PMDI, Fakultas Adab, IAIN Imam Bonjol Padang) terasa singkat dan padat, Jum’at (01/03/13), berhasil menghipnotis "audience" dengan penyampaian kritis, dialek dan gaya khasnya. Beliau menjelaskan secara transparan pengantar PMDI (Pemikiran Modern Dalam Islam). Apa itu PMDI? Berikut ranah integrasi-interkoneksi, filosofis, materi, dan metodologi :
1. Pada kualifikasi filosofis, mata kuliah Pemikiran Modern di Dunia Islam
(PMDI) adalah perpaduan
antara fundamental filosofis ajaran Islam yang diterjemahkan secara
kontekstual berdasarkan kondisi
sosial dan budaya masyarakat Islam.
2. Pada kualifikasi materi, mata kuliah PMDI dekat dengan mata kuliah Sejarah Peradaban Islam.
Oleh sebab itu, pembelajaran mata kuliah tersebut harus didukung dengan pengetahuan memadai
mengenai dinamika sejarah yang menyertai kehidupan umat Islam pada setiap periodesasi.
3. Sedangkan pada kualifikasi metodologi, pembelajaran mata kuliah PPMDI harus dilaksanakan dengan
mengutamakan prinsip-prinsip berfikir filosofis, terbuka, kritis dengan mengakomodir berbagai fenomena
kehidupan sosial dan realitas budaya masyarakat Islam. Karenanya, model pembelajaran kontekstual
sangat diperlukan.
Beliau mengungkapkan perbedaan antara pembaharuan dan pemurnian. Beliau yang juga Tim Penilai Didikan Subuh Sumatera Barat ini menganalogikan “Pembaharuan, umpama kursi kayu dan kursi lipat, jenis dan fungsinya sama, namun terdapat perbedaan material secara kuantitas dan kualitas” pungkasnya. Melanjutkan arti pemurnian, beliau menerangkan “Pengembalian kepada hakekat” ujarnya sambil tersenyum.
Tugas yang diberikan mengenai modernisasi pada masa klasik, lawatan Napoleon Bonaparte ke Negeri Piramida. Alur plot sangat menarik, berikut hasil review mengenai latar belakang dan pengaruh ekspedisi Napoleon Bonaparte bersama rombongannya ke mesir :
PMDI : Ekspedisi Napoleon Bonaparte Ke Negeri Piramida
Padang - Materi kuliah yang disajikan oleh Bapak Rifki Abror Ananda, M.Ag (Dosen PMDI, Fakultas Adab, IAIN Imam Bonjol Padang) terasa singkat dan padat, Jum’at (01/03/13), berhasil menghipnotis "audience" dengan penyampaian kritis, dialek dan gaya khasnya. Beliau menjelaskan secara transparan pengantar PMDI (Pemikiran Modern Dalam Islam). Apa itu PMDI? Berikut ranah integrasi-interkoneksi, filosofis, materi, dan metodologi :1. Pada kualifikasi filosofis, mata kuliah Pemikiran Modern di Dunia Islam
(PMDI) adalah perpaduan
antara fundamental filosofis ajaran Islam yang diterjemahkan secara
kontekstual berdasarkan kondisi
sosial dan budaya masyarakat Islam.
2. Pada kualifikasi materi, mata kuliah PMDI dekat dengan mata kuliah Sejarah Peradaban Islam.
Oleh sebab itu, pembelajaran mata kuliah tersebut harus didukung dengan pengetahuan memadai
mengenai dinamika sejarah yang menyertai kehidupan umat Islam pada setiap periodesasi.
3. Sedangkan pada kualifikasi metodologi, pembelajaran mata kuliah PPMDI harus dilaksanakan dengan
mengutamakan prinsip-prinsip berfikir filosofis, terbuka, kritis dengan mengakomodir berbagai fenomena
kehidupan sosial dan realitas budaya masyarakat Islam. Karenanya, model pembelajaran kontekstual
sangat diperlukan.
Beliau mengungkapkan perbedaan antara pembaharuan dan pemurnian. Beliau yang juga Tim Penilai Didikan Subuh Sumatera Barat ini menganalogikan “Pembaharuan, umpama kursi kayu dan kursi lipat, jenis dan fungsinya sama, namun terdapat perbedaan material secara kuantitas dan kualitas” pungkasnya. Melanjutkan arti pemurnian, beliau menerangkan “Pengembalian kepada hakekat” ujarnya sambil tersenyum.
Tugas yang diberikan mengenai modernisasi pada masa klasik, lawatan Napoleon Bonaparte ke Negeri Piramida. Alur plot sangat menarik, berikut hasil review mengenai latar belakang dan pengaruh ekspedisi Napoleon Bonaparte bersama rombongannya ke mesir :
Napoleon menuju ke Mesir tidak hanya bersama tentara. Dalam kelompoknya terdapat 500 kaum sipil, 500 wanita, dan 167 ahli dari berbagai cabang ilmu pengetahuan. Napoleon juga membawa dua perangkat percetakan dengan huruf Latin, Arab dan Yunani. Perjalanan itu bukan hanya untuk keperluan militer, namun juga untuk kepentingan ilmiah. Untuk hal tersebut dibentuk suatu lembaga ilmiah bernama Institut d’Egypte, yang memiliki empat bagian, Bagian Ilmu Pasti, Bagian Ilmu Alam, Bagian Ekonomi/Politik dan Bagian Ilmu Sastra-Seni. Notifikasi yang diterbitkan lembaga ini bernama La Decade Egyptienne. Di samping itu ada lagi suatu majalah, Le Courrier d’Egypte, yang ditebitkan Marc Auriel. Sebelum kedatangan ekspedisi ini, orang Mesir tidak pernah kenal pada percetakan, majalah atau surat kabar.
Alat-alat ilmiah, seperti teleskop, mikroskop, alat-alat eksperimen kimiawi, dan sebagainya, percobaan yang dilakukan di lembaga itu, keseriusan orang Prancis bekerja dan kesenangan mereka pada ilmu-ilmu pengetahuan, semua itu abnormal dan menakjubkan bagi al-Jabarti.
Rangkuman mengenai kunjungan (al-Jabarti) ia tulis dengan kata-kata berikut, “Saya lihat di sana benda-benda dan percobaan-percobaan ganjil yang menghasilkan hal-hal besar untuk dapat ditangkap oleh akal seperti yang ada pada diri kita”. Demikianlah persepsi seorang cendikiawan Islam kala itu mengenai progres kebudayaan Barat. Ini mensiratkan betapa mundurnya umat Islam ketika itu. Keadaan menjadi berbalik 180 derajat. Jika di Periode Klasik orang Barat yang takjub melihat kebudayaan dan peradaban Islam, di Periode Modern umat Islam yang heran melihat kebudayaan dan kemajuan Barat.
Di samping keunggulan materi ini, Napoleon juga membawa ide-ide baru yang dihasillkan Revolusi Prancis, seperti ini:
1. Sistem Pemerintahan Republik
Di dalamnya kepala negara untuk waktu tertentu, loyal kepada Undang-undang Dasar dan bisa dijatuhkan oleh parlemen. Sistem ini berbeda sekali dengan sistem pemerintahan absolut raja-raja Islam, yang konstan menjadi raja selama ia masih hidup dan kemudian dialih oleh anaknya, tidak patuh kepada konstitusi atau parlemen, karena konstitusi dan parlemen memang tidak ada dalam sistem kerajaan itu. Ide yang termuat dalam kata republik masih sulit diterima, dan dengan demikian mencari terjemahannya ke dalam bahasa Arab menjadi problematis. Dalam maklumat-maklumat Napoleon, Republik Prancis diterjemahkan menjadi Al-Jumhur al-Faransawi. Jumhur sebenarnya berarti orang banyak. Jadi yang dipahami dari kata republik ialah publik, orang banyak. Di awal abad ke-20 inilah terlihat baru terlihat terjemahan yang lebih tepat, yakni Jumhuriah.
Alat-alat ilmiah, seperti teleskop, mikroskop, alat-alat eksperimen kimiawi, dan sebagainya, percobaan yang dilakukan di lembaga itu, keseriusan orang Prancis bekerja dan kesenangan mereka pada ilmu-ilmu pengetahuan, semua itu abnormal dan menakjubkan bagi al-Jabarti.
Rangkuman mengenai kunjungan (al-Jabarti) ia tulis dengan kata-kata berikut, “Saya lihat di sana benda-benda dan percobaan-percobaan ganjil yang menghasilkan hal-hal besar untuk dapat ditangkap oleh akal seperti yang ada pada diri kita”. Demikianlah persepsi seorang cendikiawan Islam kala itu mengenai progres kebudayaan Barat. Ini mensiratkan betapa mundurnya umat Islam ketika itu. Keadaan menjadi berbalik 180 derajat. Jika di Periode Klasik orang Barat yang takjub melihat kebudayaan dan peradaban Islam, di Periode Modern umat Islam yang heran melihat kebudayaan dan kemajuan Barat.
Di samping keunggulan materi ini, Napoleon juga membawa ide-ide baru yang dihasillkan Revolusi Prancis, seperti ini:
1. Sistem Pemerintahan Republik
Di dalamnya kepala negara untuk waktu tertentu, loyal kepada Undang-undang Dasar dan bisa dijatuhkan oleh parlemen. Sistem ini berbeda sekali dengan sistem pemerintahan absolut raja-raja Islam, yang konstan menjadi raja selama ia masih hidup dan kemudian dialih oleh anaknya, tidak patuh kepada konstitusi atau parlemen, karena konstitusi dan parlemen memang tidak ada dalam sistem kerajaan itu. Ide yang termuat dalam kata republik masih sulit diterima, dan dengan demikian mencari terjemahannya ke dalam bahasa Arab menjadi problematis. Dalam maklumat-maklumat Napoleon, Republik Prancis diterjemahkan menjadi Al-Jumhur al-Faransawi. Jumhur sebenarnya berarti orang banyak. Jadi yang dipahami dari kata republik ialah publik, orang banyak. Di awal abad ke-20 inilah terlihat baru terlihat terjemahan yang lebih tepat, yakni Jumhuriah.
2. Ide Persamaan (egalite)
dalam arti proporsionalnya kedudukan dan turut sertanya rakyat dalam urusan pemerintahan. Kalau sebelum ini, rakyat Mesir tak terlibat dalam pemerintahan negara mereka. Napoleon membentuk suatu badan kenegaraan yang terdiri dari ulama-ulama Al-Azhar dan pionir dalam dunia dagang dari Kairo ke daerah-daerah. Fungsi badan ini adalah membuat undang-undang, memelihara ketertiban umum dan menjadi pengantara antara penguasa-penguasa Prancis dan rakyat Mesir. Di samping itu dibangun pula suatu badan bernama Diwan al-Ummah yang dalam saat-saat tertentu mengadakan sidang untuk membicarakan hal-hal bersangkutan dengan kepentingan nasional. Tiap-tiap daerah mengirimkan sembilan wakil ke Sidang Diwan itu, tiga dari kaum ulama, tiga dari golongan pedagang, dan satu dari tiap-tiap golongan petani, kepala desa dan kepala suku bangsa Arab. Diwan ini memiliki 180 anggota dan sidang pertama diadakan dari tanggal 5 sampai 20 Oktober 1798. Resolusi yang diambil ialah merekomendasikan perubahan peraturan pajak yang ditetapkan Kerajaan Usmani. Sistem pemilihan ketua lembaga juga merupakan hal baru bagi rakyat Mesir. Manakala dari para anggota Diwan diminta memilih ketua, anggota-anggota menunjuk dan menyebut nama ulama yang mereka hormati, yaitu Syaikh Al-Syarqawi. Pemilihan analog ini ditolak oleh penguasa Prancis sembari menjelaskan cara pengadaan pemilihan.
3. Ide Kebangsaan
termuat dalam maklumat Napoleon bahwa orang Prancis ialah suatu bangsa (nation) dan bahwa kaum Mamluk merupakan kaum asing dan datang ke Mesir dari Kaukasus. Bagi orang Islam di saat itu yang ada hanyalah umat Islam, dan setiap orang Islam itu adalah saudaranya dan ia tidak begitu mafhum akan perbedaan suku dan bangsa. Yang disadarinya hanyalah perbedaan agama. Oleh sebab itu untuk menerjemahkan istilah “nation” ke dalam bahasa Arab juga sulit. Istilah Arab yang dipakai adalah Millah, contohnya dalam Al-Millah al-Faransiah untuk Nation Francaise. Millah berarti agama. Kata Arab yang akhirnya digunakan untuk nation ialah qaum, sya’b, dan ummah.
Inilah bentuk ide-ide yang dibawa ekspedisi Napoleon ke Mesir, ide-ide pada saat itu belum memiliki pengaruh yang konkret bagi umat Islam di Mesir. Namun dalam perkembangan hubungan dengan Barat di abad ke-19 ide-ide itu makin nyata dan kemudian diterima dan dipraktekkan. Bagaimanapun, “Napoleon berhasil membuka mata umat Islam Mesir akan kelemahan dan kemunduran mereka”.
Referensi :
Pembaharuan dalam Islam, Sejarah Pemikiran dan Gerakan, Harun Nasution, Cetakan pertama 1975, Cetakan ke-14 2011.
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, Michael H. Hart, 1978, Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982.
dalam arti proporsionalnya kedudukan dan turut sertanya rakyat dalam urusan pemerintahan. Kalau sebelum ini, rakyat Mesir tak terlibat dalam pemerintahan negara mereka. Napoleon membentuk suatu badan kenegaraan yang terdiri dari ulama-ulama Al-Azhar dan pionir dalam dunia dagang dari Kairo ke daerah-daerah. Fungsi badan ini adalah membuat undang-undang, memelihara ketertiban umum dan menjadi pengantara antara penguasa-penguasa Prancis dan rakyat Mesir. Di samping itu dibangun pula suatu badan bernama Diwan al-Ummah yang dalam saat-saat tertentu mengadakan sidang untuk membicarakan hal-hal bersangkutan dengan kepentingan nasional. Tiap-tiap daerah mengirimkan sembilan wakil ke Sidang Diwan itu, tiga dari kaum ulama, tiga dari golongan pedagang, dan satu dari tiap-tiap golongan petani, kepala desa dan kepala suku bangsa Arab. Diwan ini memiliki 180 anggota dan sidang pertama diadakan dari tanggal 5 sampai 20 Oktober 1798. Resolusi yang diambil ialah merekomendasikan perubahan peraturan pajak yang ditetapkan Kerajaan Usmani. Sistem pemilihan ketua lembaga juga merupakan hal baru bagi rakyat Mesir. Manakala dari para anggota Diwan diminta memilih ketua, anggota-anggota menunjuk dan menyebut nama ulama yang mereka hormati, yaitu Syaikh Al-Syarqawi. Pemilihan analog ini ditolak oleh penguasa Prancis sembari menjelaskan cara pengadaan pemilihan.
3. Ide Kebangsaan
termuat dalam maklumat Napoleon bahwa orang Prancis ialah suatu bangsa (nation) dan bahwa kaum Mamluk merupakan kaum asing dan datang ke Mesir dari Kaukasus. Bagi orang Islam di saat itu yang ada hanyalah umat Islam, dan setiap orang Islam itu adalah saudaranya dan ia tidak begitu mafhum akan perbedaan suku dan bangsa. Yang disadarinya hanyalah perbedaan agama. Oleh sebab itu untuk menerjemahkan istilah “nation” ke dalam bahasa Arab juga sulit. Istilah Arab yang dipakai adalah Millah, contohnya dalam Al-Millah al-Faransiah untuk Nation Francaise. Millah berarti agama. Kata Arab yang akhirnya digunakan untuk nation ialah qaum, sya’b, dan ummah.
Inilah bentuk ide-ide yang dibawa ekspedisi Napoleon ke Mesir, ide-ide pada saat itu belum memiliki pengaruh yang konkret bagi umat Islam di Mesir. Namun dalam perkembangan hubungan dengan Barat di abad ke-19 ide-ide itu makin nyata dan kemudian diterima dan dipraktekkan. Bagaimanapun, “Napoleon berhasil membuka mata umat Islam Mesir akan kelemahan dan kemunduran mereka”.
Referensi :
Pembaharuan dalam Islam, Sejarah Pemikiran dan Gerakan, Harun Nasution, Cetakan pertama 1975, Cetakan ke-14 2011.
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, Michael H. Hart, 1978, Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982.
Description: PMDI : Ekspedisi Napoleon Bonaparte Ke Negeri Piramida
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: PMDI : Ekspedisi Napoleon Bonaparte Ke Negeri Piramida
2/28/2013
KAIRO - Sebuah piramida yang diyakini telah ada semenjak 3.300 tahun lalu ditemukan di daerah Luxor, Mesir. Tim ilmuwan dari Belgia bersama peneliti dari university Brussels and Liege menjumpai piramida kuno yang terbuat dari batu-bata lumpur.
Dikutip dari Sfgate, piramida ini diprediksi kepunyaan seorang wazir (perdana menteri) atau konsultan senior yang disebut Khay. Berdasarkan petunjuk yang ditemukan pada batu-bata piramida, Khay diyakini pernah berdarma di bawah pemerintahan Firaun Ramses II kira-kira 1279-1213 sebelum masehi.
Perdana menteri adalah pejabat tertinggi di bawah Firaun. Khay sebagai “mandor” bagi para pekerja yang beroperasi membangun makam kerajaan di Lembah Para Raja dan Lembah Para Ratu.
Khay disebut para Egyptologists melalui banyak arsip sejarah. Piramida ini tempatnya di Luxor Tepi Barat, situs kota kuno Thebes.
Menurut peneliti dari Universite Libre de Bruxelles dan Universite de Liege, piramida ini pada mulanya dibangun sekira 49 kaki. "Bertempat di atas bukit, menghadap ke kuil peringatan Ramses II, piramida ini sebagai simbol mengesankan dari lanskap Theban" terang peneliti.
Bata lumpur pernah tertutup plester putih dan dibatasi oleh batu penjuru (capstone) kecil atau pyramidion. Selain itu, piramida ini juga didekorasi dengan gambar pemilik makam yang menyembah dewa matahari.
Penemuan Piramida Mesir Berusia 3.300 Tahun
![]() |
| Ilustrasi piramida Mesir (Foto: Ancient-egypt) |
Dikutip dari Sfgate, piramida ini diprediksi kepunyaan seorang wazir (perdana menteri) atau konsultan senior yang disebut Khay. Berdasarkan petunjuk yang ditemukan pada batu-bata piramida, Khay diyakini pernah berdarma di bawah pemerintahan Firaun Ramses II kira-kira 1279-1213 sebelum masehi.
Perdana menteri adalah pejabat tertinggi di bawah Firaun. Khay sebagai “mandor” bagi para pekerja yang beroperasi membangun makam kerajaan di Lembah Para Raja dan Lembah Para Ratu.
Khay disebut para Egyptologists melalui banyak arsip sejarah. Piramida ini tempatnya di Luxor Tepi Barat, situs kota kuno Thebes.
Menurut peneliti dari Universite Libre de Bruxelles dan Universite de Liege, piramida ini pada mulanya dibangun sekira 49 kaki. "Bertempat di atas bukit, menghadap ke kuil peringatan Ramses II, piramida ini sebagai simbol mengesankan dari lanskap Theban" terang peneliti.
Bata lumpur pernah tertutup plester putih dan dibatasi oleh batu penjuru (capstone) kecil atau pyramidion. Selain itu, piramida ini juga didekorasi dengan gambar pemilik makam yang menyembah dewa matahari.
Description: Penemuan Piramida Mesir Berusia 3.300 Tahun
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Penemuan Piramida Mesir Berusia 3.300 Tahun
2/27/2013
GUATEMALA - Peradaban Maya Kuno membentang di wilayah selatan meksiko dan utara Amerika Tengah sekitar enam abad silam. Kekaisaran itu mendadak pecah pada tahun 900 Masehi.
Dilansir dari Live Science, Dua orang peneliti baru mencoba meriset latar belakang penyebab hancurnya dan menemukan bahwa suku maya sendiri turut andil di dalam kehancurannya.
Para peneliti sebelumnya juga telah mengungkap beberapa faktor, mereka menerangkan bahwa kekeringan berperan penting dalam hal ini. Di sisi lain, suku Maya memperburuk masalah dengan menebangi kanopi hutan demi membuat ladang yang baru dan melakukan perluasan pembangunan infrasruktur kota pada masa itu.
"Kami tidak mengatakan perusakan hutan sebagai penyebab seluruh kekeringan yang terjadi, tapi hal itu juga menjelaskan sebagian besar dari kekeringan yang diperkirakan terjadi," terang pemimpin penelitian tersebut, Benjamin Cook.
Pria yang juga berprofesi sebagai pencipta model iklim di NASA Goddard Institute for Space Studies ini membuat replikasi model iklim bersama rekan-rekannya.
Melalui simulasi model iklim itu, mereka meneliti bagaimana mengubah hutan menjadi ladang. Umpamanya ladang jagung, memang bisa turut serta dalam perubahan iklim. Hasilnya menunjukkan bahwa pembukaan hutan berperan penting sekira 60 persen dari kekeringan yang terjadi.
Alasannya adalah pengalihan pohon mejadi ladang jagung dapat mengurangi kadar jumlah air yang ditransfer dari lahan ke atmosfer. Hal ini sangat berpengaruh pada kurangnya curah hujan.
Sementara itu, penelitian lain yang dipimpin ilmuwan sosial di Arizona State University, B.L. Turner mengungkap keruntuhan Central Maya Lowlands di semenanjung Yukatan merupakan hasil interaksi rumit antara manusia dan lingkungannya.
Selain itu, dinamika sosial dan ekonomi juga ikut berperan. Saat itu, rute dagang melewati semenanjung Yukatan yang biasanya dilakukan melalui jalur darat bergeser ke jaur laut. Transmutasi ini diperkirakan sebagai faktor lain yang melemahkan negara kota kekaisaran Maya yang sedang menanggung perubahan iklim.
"Komposisi ekonomi dan politik kuno yang otoritasnya penguasa setengah dewa mulai membusuk. Petani, perajin dan yang lain tampaknya meninggalkan rumah dan kota mereka demi mencari peruntungan ekonomi di wilayah Maya lainnya," jelas tim tersebut.
Ilmuwan Menakrifkan Misteri Kehancuran Suku Maya
![]() |
| Peradaban Maya (Foto: maya secret) |
Dilansir dari Live Science, Dua orang peneliti baru mencoba meriset latar belakang penyebab hancurnya dan menemukan bahwa suku maya sendiri turut andil di dalam kehancurannya.
Para peneliti sebelumnya juga telah mengungkap beberapa faktor, mereka menerangkan bahwa kekeringan berperan penting dalam hal ini. Di sisi lain, suku Maya memperburuk masalah dengan menebangi kanopi hutan demi membuat ladang yang baru dan melakukan perluasan pembangunan infrasruktur kota pada masa itu.
"Kami tidak mengatakan perusakan hutan sebagai penyebab seluruh kekeringan yang terjadi, tapi hal itu juga menjelaskan sebagian besar dari kekeringan yang diperkirakan terjadi," terang pemimpin penelitian tersebut, Benjamin Cook.
Pria yang juga berprofesi sebagai pencipta model iklim di NASA Goddard Institute for Space Studies ini membuat replikasi model iklim bersama rekan-rekannya.
Melalui simulasi model iklim itu, mereka meneliti bagaimana mengubah hutan menjadi ladang. Umpamanya ladang jagung, memang bisa turut serta dalam perubahan iklim. Hasilnya menunjukkan bahwa pembukaan hutan berperan penting sekira 60 persen dari kekeringan yang terjadi.
Alasannya adalah pengalihan pohon mejadi ladang jagung dapat mengurangi kadar jumlah air yang ditransfer dari lahan ke atmosfer. Hal ini sangat berpengaruh pada kurangnya curah hujan.
Sementara itu, penelitian lain yang dipimpin ilmuwan sosial di Arizona State University, B.L. Turner mengungkap keruntuhan Central Maya Lowlands di semenanjung Yukatan merupakan hasil interaksi rumit antara manusia dan lingkungannya.
Selain itu, dinamika sosial dan ekonomi juga ikut berperan. Saat itu, rute dagang melewati semenanjung Yukatan yang biasanya dilakukan melalui jalur darat bergeser ke jaur laut. Transmutasi ini diperkirakan sebagai faktor lain yang melemahkan negara kota kekaisaran Maya yang sedang menanggung perubahan iklim.
"Komposisi ekonomi dan politik kuno yang otoritasnya penguasa setengah dewa mulai membusuk. Petani, perajin dan yang lain tampaknya meninggalkan rumah dan kota mereka demi mencari peruntungan ekonomi di wilayah Maya lainnya," jelas tim tersebut.
Description: Ilmuwan Menakrifkan Misteri Kehancuran Suku Maya
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Ilmuwan Menakrifkan Misteri Kehancuran Suku Maya
Langganan:
Postingan (Atom)
| Enjoy, save your time | SEO (Search Engine Optimization) |
| Akses User Friendly | Download Super Cepat |
-
Pada awalnya internet sebagai keperluan militer yang dibentuk Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969 yang dipergunakan untuk menangani masalah apabila terjadi serangan nuklir dan guna ...
-
Windows 8 merupakan nama kode dalam bentuk versi selanjutnya dari Microsoft Windows, jajaran sistem operasi yang diterbitkan oleh Microsoft ...
-
Gratis download Ebook Tutorial Windows 8, gak ribet, dan cepet. Silahkan download sepuasnya di sini, semoga bermanfaat...
-
Sekarang Windows 8 telah dapat diorder dan dapat digunakan. Buat Anda yang ingin menginstal sistem operasi (OS) mutakhir saat ini (Windows 8) ...
-
Windows 8 sudah mengibarkan sayapnya di ranah PC (Personal Computer). Penyempurnaan versi sebelumya (Windows 7), dilakukan sejumlah ....
-
Windows 8 tidak mempunyai tombol “close”, tapi ini “no problem”. Suatu aplikasi ditangguhkan ketika Anda berpindah akses ke aplikasi ...
-
Blogger, CMS satu ini paling fenomenal banyak digunakan setelah Wordpress, Tumblr, Blogdetik, Kompasiana dan lain sebagainya. Blogger...
-
Pemantauan dan perkembangan suatu Web/Blog perlu diperlukan guna optimasi SEO (Search Engine Optimization). Google Webmaster Tools...
-
Sitemap berfungsi sebagai rujukan Search Engine melakukan crawling halaman website/blog. Hal itu diterapkan pada layanan raksasa mesin...
-
Ketika kesunyian melanda, hanya nada-nada semu bisu yang menyapa tiada gerak dan daya mendengarnya. Mata memutih melihat waktu yang tak kunjung ...
-
Kumpulan berita penting, panas, perlu dan seruu di era portal berita dunia maya, barometer berita terkini, klik seruu.com. berbagai informasi terkini ...
-
Ekskalasi sistem informasi ekstra jauh di depan. Kemudahan akses informasi laksana dunia yang berada digenggaman. Bukan hal baru lagi terma internet ...





.jpg)









