![]() |
| Orang Pendek (Foto: ilustration) |
Dilansir dari viva.co.id, Minggu (31/03/2013), ekspedisi selama dua pekan polisi hutan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, melakukan patroli di area berluas 125 ribu hektar guna pemantauan hutan dari pembalakan dan perburuan liar. Dibeberapa titik, mereka yang terdiri dari 4 resor, satu regu patroli diantaranya, resor Rawa Bunder, Way Kanan, mengaku pernah melihat “Orang pendek” secara langsung, Minggu (17/03/2013). Menjelang malam, tujuh polisi itu sedang lelah dan istirahat, dari kejauh terlihat sekelompok makhluk berbentuk manusia, sedikit berbulu, seperti kera, berjalan dengan kedua kaki sambil memegang tombak, bahkan ada juga yang sedang mengendong anak saat melintasi rawa. Mereka mirip manusia purba, tanpa memakai baju dan berambut gimbal memandangi petugas patroli tersebut dari jarak 30 meter. Diduga “Orang pendek” itu sedang mencari ikan atau mencari minum. Dengan sekejap, “Orang-orang pendek" itu masuk ke dalam rimbunan “semak belukar”.
Demi mengungkap rasa penasaran, tiga hari kemudian, grup petugas kehutanan itu mendatangi kembali ke lokasi yang sama. Diwaktu yang persis, berharap “Orang pendek” muncul kembali. Harapan mereka terjawab, “Orang-orang pendek” yang kini berjumlah lebih dari sepuluh terlihat lagi. Sontak, mereka mengabadikan segera menggunakan kamera, namun nihil, hilang di dalam rimbunan “semak blukar”. Hari itu juga mereka memasang 15 kamera inframerah yang aktif pada siang dan malam dengan sistem sensor gerak yang tajam dipasangkan pada tiap areal.
Fenomena ini bukan pertama kali, sebelumnya satu regu pendaki Gunung Singgalang juga melihat makhluk serupa. Sebut saja namanya Denni, anggota regu ini berkisah ketika mengarungi ketinggian gunung setinggi 2.887 meter. Ia pernah bertemu dengan “Orang pendek”. Pagi hari di area dataran pinggang gunung, regu itu kaget sekaligus takjub melihat sepasang monyet berjalan mengayun khas seperti manusia berjarak kira-kira 30 meter dari mereka. Kenangnya, selain wajah “Orang pendek” itu ditutupi bulu berwarna keemasan, berjalan tegak dan sedang berpegangan tangan. Walaupun posturnya seperti manusia, namun dengan bulu-bulu tipis bagian dinding tubuhnya tampak seperti monyet. Tinggi makhluk itu sekitar 1 meter tanpa ekor. Penampakan itu tergolong langka, dengan sigap Denni mengambil kamera disakunya untuk mengambil gambar. lagi-lagi reflek “Orang pendek” bergerak lebih cepat hilang dirimbunan pepohonan.
![]() |
| Taman Nasional Kerinci Seblat (Foto: National Geographic) |
Perkenalannya dengan “Orang pendek” dimulai tahun 1989. Kesibukkan perkerjaan sebagai jurnalis disalah satu media Inggris membawanya berlibur ke kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang membentang di empat provinsi, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi dan Sumatera Selatan. Berita burung yang ia dapat dari masyarakat memacu adrenalinnya untuk meneliti keabsahan “Orang-orang pendek”. Pada tahun 1994, Debbie, begitu panggilannya bersama Jeremy Holden tim Fauna dan Flora International-IP dan Achmad Yanuar dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melakukan eksplorasi komprehensif mengenai “Orang-orang pendek”.
Debbie pertama kali melihat “Orang pendek” tahun 1994 di areal Gunung Tujuh dan Gunung Kerinci. Perjalanan berikutnya, tahun 1995 di Solok Selatan. Tahun itu juga ia menyaksikan kembali keberadaan “Orang pendek” di kawasan hutan lindung perbatasan Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Terakhir, Debbie menyaksikan mereka kembali di sebuah hutan produksi Muko-muko, Bengkulu, dan di Tapan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
![]() |
| Jejak Kaki Mungil (Foto: National Geographic) |
![]() |
| Jejak Kaki (Foto: National Geographic) |
Dari hasil menifestasi yang nihil “jepretan”, para peneliti sudah berhasil mengabadikan jejak-jejak spesimen seperti rambut, feses, jejak telapak kaki dan bentuk pola pemukimannya. Teori ‘puzzel’ ini cukup sebagai rantai spektator demi menguak informasi lebih cermat lagi mengenai keberadaan “Orang-orang pendek”. Apakah “Orang pendek” segolong manusia atau sebangsa kera yang belum terdata, namun logat bergaya manusia dan lebih dekat kepada struktur DNA manusia, sampai saat ini masih banyak menuai tanda tanya. (wal)
Description: Lagi! Perburuan Misteri "Orang Pendek" di Pulau Andalas
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Lagi! Perburuan Misteri "Orang Pendek" di Pulau Andalas









3 Komentar
Bikin penasaran, haha.. thanks sharenya
Terimaakasih ya
Sama-sama, terima kasih atas kunjungannya ...