Berita Terbaru :

PMDI : Ekspedisi Napoleon Bonaparte Ke Negeri Piramida


Jumat, 01 Maret 2013

Ekspedisi Napoleon Bonaparte Ke Negeri PiramidaPadang - Materi kuliah yang disajikan oleh Bapak Rifki Abror Ananda, M.Ag (Dosen PMDI, Fakultas Adab, IAIN Imam Bonjol Padang) terasa singkat dan padat, Jum’at (01/03/13), berhasil menghipnotis "audience" dengan penyampaian kritis, dialek dan gaya khasnya. Beliau menjelaskan secara transparan pengantar PMDI (Pemikiran Modern Dalam Islam). Apa itu PMDI? Berikut ranah integrasi-interkoneksi, filosofis, materi, dan metodologi :
1. Pada kualifikasi filosofis, mata kuliah Pemikiran Modern di Dunia Islam
    (PMDI) adalah perpaduan
    antara fundamental filosofis ajaran Islam yang diterjemahkan secara
    kontekstual berdasarkan kondisi
    sosial dan budaya masyarakat Islam.
2. Pada kualifikasi materi, mata kuliah PMDI  dekat dengan mata kuliah Sejarah Peradaban Islam.
    Oleh sebab itu, pembelajaran mata kuliah tersebut harus didukung dengan pengetahuan memadai
    mengenai dinamika sejarah yang menyertai kehidupan umat Islam pada setiap periodesasi.
3. Sedangkan pada kualifikasi metodologi, pembelajaran mata kuliah PPMDI harus dilaksanakan dengan
    mengutamakan prinsip-prinsip berfikir filosofis, terbuka, kritis dengan mengakomodir berbagai fenomena
    kehidupan sosial dan realitas budaya masyarakat Islam. Karenanya, model pembelajaran kontekstual
    sangat diperlukan.

Beliau mengungkapkan perbedaan antara pembaharuan dan pemurnian. Beliau yang juga Tim Penilai Didikan Subuh Sumatera Barat ini menganalogikan “Pembaharuan, umpama kursi kayu dan kursi lipat, jenis dan fungsinya sama, namun terdapat perbedaan material secara kuantitas dan kualitas” pungkasnya. Melanjutkan arti pemurnian, beliau menerangkan “Pengembalian kepada hakekat” ujarnya sambil tersenyum.

Tugas yang diberikan mengenai modernisasi pada masa klasik, lawatan Napoleon Bonaparte ke Negeri Piramida. Alur plot sangat menarik, berikut hasil review mengenai latar belakang dan pengaruh ekspedisi Napoleon Bonaparte bersama rombongannya ke mesir :

Napoleon menuju ke Mesir tidak hanya bersama tentara. Dalam kelompoknya terdapat 500 kaum sipil, 500 wanita, dan 167 ahli dari berbagai cabang ilmu pengetahuan. Napoleon juga membawa dua perangkat percetakan dengan huruf Latin, Arab dan Yunani. Perjalanan itu bukan hanya untuk keperluan militer, namun juga untuk kepentingan ilmiah. Untuk hal tersebut dibentuk suatu lembaga ilmiah bernama Institut d’Egypte, yang memiliki empat bagian, Bagian Ilmu Pasti, Bagian Ilmu Alam, Bagian Ekonomi/Politik dan Bagian Ilmu Sastra-Seni. Notifikasi yang diterbitkan lembaga ini bernama La Decade Egyptienne. Di samping itu ada lagi suatu majalah, Le Courrier d’Egypte, yang ditebitkan Marc Auriel. Sebelum kedatangan ekspedisi ini, orang Mesir tidak pernah kenal pada percetakan, majalah atau surat kabar.

Alat-alat ilmiah, seperti teleskop, mikroskop, alat-alat eksperimen kimiawi, dan sebagainya, percobaan yang dilakukan di lembaga itu, keseriusan orang Prancis bekerja dan kesenangan mereka pada ilmu-ilmu pengetahuan, semua itu abnormal dan menakjubkan bagi al-Jabarti.

Rangkuman mengenai kunjungan (al-Jabarti) ia tulis dengan kata-kata berikut, “Saya lihat di sana benda-benda dan percobaan-percobaan ganjil yang menghasilkan hal-hal besar untuk dapat ditangkap oleh akal seperti yang ada pada diri kita”. Demikianlah persepsi seorang cendikiawan Islam kala itu mengenai progres kebudayaan Barat. Ini mensiratkan betapa mundurnya umat Islam ketika itu. Keadaan menjadi berbalik 180 derajat. Jika di Periode Klasik orang Barat yang takjub melihat kebudayaan dan peradaban Islam, di Periode Modern umat Islam yang heran melihat kebudayaan dan kemajuan Barat.

Di samping keunggulan materi ini, Napoleon juga membawa ide-ide baru yang dihasillkan Revolusi Prancis, seperti ini:
1. Sistem Pemerintahan Republik
Di dalamnya kepala negara untuk waktu tertentu, loyal kepada Undang-undang Dasar dan bisa dijatuhkan oleh parlemen. Sistem ini berbeda sekali dengan sistem pemerintahan absolut raja-raja Islam, yang konstan menjadi raja selama ia masih hidup dan kemudian dialih oleh anaknya, tidak patuh kepada konstitusi atau parlemen, karena konstitusi dan parlemen memang tidak ada dalam sistem kerajaan itu. Ide yang termuat dalam kata republik masih sulit diterima, dan dengan demikian mencari terjemahannya ke dalam bahasa Arab menjadi problematis. Dalam maklumat-maklumat Napoleon, Republik Prancis diterjemahkan menjadi Al-Jumhur al-Faransawi. Jumhur sebenarnya berarti orang banyak. Jadi yang dipahami dari kata republik ialah publik, orang banyak. Di awal abad ke-20 inilah terlihat baru terlihat terjemahan yang lebih tepat, yakni Jumhuriah.
2. Ide Persamaan (egalite)
dalam arti proporsionalnya kedudukan dan turut sertanya rakyat dalam urusan pemerintahan. Kalau sebelum ini, rakyat Mesir tak terlibat dalam pemerintahan negara mereka. Napoleon membentuk suatu badan kenegaraan yang terdiri dari ulama-ulama Al-Azhar dan pionir dalam dunia dagang dari Kairo ke daerah-daerah. Fungsi badan ini adalah membuat undang-undang, memelihara ketertiban umum dan menjadi pengantara antara penguasa-penguasa Prancis dan rakyat Mesir. Di samping itu dibangun pula suatu badan bernama Diwan al-Ummah yang dalam saat-saat tertentu mengadakan sidang untuk membicarakan hal-hal bersangkutan dengan kepentingan nasional. Tiap-tiap daerah mengirimkan sembilan wakil ke Sidang Diwan itu, tiga dari kaum ulama, tiga dari golongan pedagang, dan satu dari tiap-tiap golongan petani, kepala desa dan kepala suku bangsa Arab. Diwan ini memiliki 180 anggota dan sidang pertama diadakan dari tanggal 5 sampai 20 Oktober 1798. Resolusi yang diambil ialah merekomendasikan perubahan peraturan pajak yang ditetapkan Kerajaan Usmani. Sistem pemilihan ketua lembaga juga merupakan hal baru bagi rakyat Mesir. Manakala dari para anggota Diwan diminta memilih ketua, anggota-anggota menunjuk dan menyebut nama ulama yang mereka hormati, yaitu Syaikh Al-Syarqawi. Pemilihan analog ini ditolak oleh penguasa Prancis sembari menjelaskan cara pengadaan pemilihan.

3. Ide Kebangsaan
termuat dalam maklumat Napoleon bahwa orang Prancis ialah suatu bangsa (nation) dan bahwa kaum Mamluk merupakan kaum asing dan datang ke Mesir dari Kaukasus. Bagi orang Islam di saat itu yang ada hanyalah umat Islam, dan setiap orang Islam itu adalah saudaranya dan ia tidak begitu mafhum akan perbedaan suku dan bangsa. Yang disadarinya hanyalah perbedaan agama. Oleh sebab itu untuk menerjemahkan istilah “nation” ke dalam bahasa Arab juga sulit. Istilah Arab yang dipakai adalah Millah, contohnya dalam Al-Millah al-Faransiah untuk Nation Francaise. Millah berarti agama. Kata Arab yang akhirnya digunakan untuk nation ialah qaum, sya’b, dan ummah.

Inilah bentuk ide-ide yang dibawa ekspedisi Napoleon ke Mesir, ide-ide pada saat itu belum memiliki pengaruh yang konkret bagi umat Islam di Mesir. Namun dalam perkembangan hubungan dengan Barat di abad ke-19 ide-ide itu makin nyata dan kemudian diterima dan dipraktekkan. Bagaimanapun, “Napoleon berhasil membuka mata umat Islam Mesir akan kelemahan dan kemunduran mereka”.

Referensi :
Pembaharuan dalam Islam, Sejarah Pemikiran dan Gerakan, Harun Nasution, Cetakan pertama 1975, Cetakan ke-14 2011.
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, Michael H. Hart, 1978, Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982.




Description: PMDI : Ekspedisi Napoleon Bonaparte Ke Negeri Piramida Rating: 3.5 Reviewer: Unknown ItemReviewed: PMDI : Ekspedisi Napoleon Bonaparte Ke Negeri Piramida
Terima kasih anda telah membaca tulisan "PMDI : Ekspedisi Napoleon Bonaparte Ke Negeri Piramida". Silahkan klik "tombol share" dan menggunakan fitur lain yang sudah tersedia. Anda tidak diizinkan melakukan penggandaan artikel atau copy-paste tulisan kami tanpa izin dan tanpa menaruh sumber aslinya.
Kami mengaktifkan DMCA COMPLAINT sehingga kami berharap anda bisa memakluminya. Untuk info lebih lanjut, baca terlebih dahulu PERATURAN mengenai izin share konten. Terima Kasih.
.

 

Selamat Datang

Selamat datang di "Walman.org", kumpulan informasi edukatif, inspiratif dan informatif. Ragam info bermanfaat dan terbaru yang unik menarik, pusat download gratis dan lain lain, Selengkapnya tentang Saya

Sepintas Tentang Saya :

Nama saya Walman, mahasiswa di IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, jurusan SKI (Sejarah Kebudayaan Islam). Blog sederhana ini media aplikasi menulis sebagai penyalur hobi, mempererat silaturahmi dan berbagi informasi.

Info