![]() |
| Herodotus (Foto: patung klasik) |
Dia terlihat telah lebih awal membuat determinasi menulis sebuah karya sejarah dalam rasio yang panjang, dan dengan perspektif tersebut ia bertekad untuk mengetahui dengan mata kepalanya mengenai masa silam. Hal itu dideklarasikan dengan mengunjungi beberapa negara terpencil. Kemudian ia mendedikasikan perhatian khusus ke Mesir, yang pada waktu itu minim diketahui, ia berikutnya mendatangi Palestina dan Phoenicia, dan akhirnya menerobos sejauh timur seperti Babel dan Susa. Kita juga diwartakan bahwa ia berlayar melewati Hellespont ke Laut Hitam, dan mendatangi semua negara berada dipantainya. Setelah kembali, ia terlihat telah tinggal selama beberapa waktu di Athena. Dia kemudian mundur ke Thurii, di Italia. Di sini, kemungkinan besar, ia menulis karya-nya yang kekal, dalam perjalanan hidupnya.
Herodotus lahir sekitar tahun 484 SM di Halicarnassus. Merupakan sebuah kota utama yang berada dekat Asia Kecil, Halicarnassus yang dipimpin oleh Ratu Artemisia. Ratu Artemisia ialah pengikut Raja Persia Xerxes dan telah berperang bersama-sama dalam pertempuran di laut Salemis. Tidak banyak yang diketahui mengenai masa kecilnya. Biografi tentang Herodotus baru dikenal saat dia mulai beralih dewasa. Sepeninggal Ratu Artemisia, cucunya yang bernama Lygdamis ganti memimpin. Dia merupakan seorang diktator sehingga tidak disukai oleh rakyatnya.
Herodotus muda dan pamannya Panyasis adalah seorang penyair, terseret dalam kegagagalan menggulingkan Lygdamis. Kegagalan ini berbuntut pada penangkapan dan eksekusi Panyasis. Herodotus sukses melarikan diri dan mencari pengamanan di kota tetangga Samos. Di Samos, Herodotus tinggal selama delapan tahun sembari mempelajari dialek Ionic yang dipakai saat menulis karya-karyanya di masa depan. Setelah Lygdamis ditumbangkan, Herodotus kembali ke Halicarnassus, namun ternyata tetap tidak diterima oleh pemerintah baru sehingga mendesaknya sekali lagi meninggalkan kota kelahirannya tersebut.
Herodotus kini mengarah ke Athena, kota yang sedang menggapai puncak budaya, dan dengan cepat segera merasa nyaman. Di Athena, Herodotus berkisah tentang pengalamannya dengan Lygdamis di Halicarnassus kepada sahabat cendekiawan dan akhirnya diberikan sokongan untuk menopang hidup sehari-hari. Lokasi yang pernah didatangi Herodotus diantaranya adalah Mesir, Babilonia, Susa, Ecbatana, Krimea, Georgia, Tirus, Suriah, Thrace, Kirene, Libya, dan seluruh Yunani.
Buku yang ditulis Herodotus berisi mengenai karakter geografis lokasi yang didatanginya, hewan dan tumbuhan dari wilayah tersebut, sifat-sifat khusus dari orang-orang yang bertempat tinggal di dalamnya, politik, sosial, dan budaya, serta cerita-cerita dan tambo yang hidup di dalamnya. Sejumlah perspektif subyektif dan unsur moral dalam tulisan-tulisan Herodotus jelas tidak dapat dihindari mengingat dia menulis dari pandangannya sendiri dan sering merujuk peradaban Yunani sebagai barometer menilai peradaban lain.
Sekitar 444 SM, orang Athena mendokrin koloni baru bernama Thurii di Italia selatan. Lokasi tersebut menjadi konferensi internasional dan warga terkemuka dari seluruh bangsa beradab. Herodotus tinggal di Thurii untuk beberapa waktu, pada akhirnya menakdirkan kembali ke Athena pada tahun 432 SM. Herodotus wafat di Athena antara tahun 426 hingga 415 SM.
Description: Biografi Herodotus, Bapak Sejarah Dunia (484-425 SM)
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Biografi Herodotus, Bapak Sejarah Dunia (484-425 SM)





