Berita Terbaru :

Konsumen Cerdas, Paham Produk dan Anti Was-was


Selasa, 02 April 2013

Konsumen cerdas
Konsumen Cerdas (Foto: ilustration)
Padang - Era pasar global kini berasal dari berbagai penjuru mata angin baik dalam maupun luar negeri yang berkompetisi di Tanah Ibu Pertiwi. Guna memenuhi kebutuhan primer, sekunder dan tersier, produsen Indonesia menanjak produktif dan sokongan importir produk Cina, 20,74 persen, Jepang 12,33 persen dan Singapura 7,33 persen (Data BPS 2013). Bermacam pernak-pernik barang dan jasa ditawarkan kepada konsumen. Variasi ini tentu berbeda, tiap satuannya ada transisi antara kelemahan dan kelebihan yang perlu ditindak oleh “Konsumen cerdas”.

Konsumen membutuhkan kesetaraan kualitas berbanding lurus dengan kuantitas. Keunggulan selaras dengan kapasitas barang dan jasa yang ditawarkan, dan pelayanan baik bagi konsumen yang haknya harus istimewa. Ragam produsen pengelola barang dan jasa menghadirkan produk andalan mereka berupa harian atau jangka panjang. Berbagai promo dan metoda, bersaing untuk merebutkan pujaan hati mereka, yaitu konsumen.

SNI
Tidak Memenuhi Persyaratan SNI (Foto: ditjenspk.kemendag.go.id)
Menjaga iklim usaha sehat dan sayembara servis makin ditingkatkan guna memenuhi sasaran objek produsen. Demi kelancaran dan keuntungan “plus-plus”, bahkan bebarapa oknum produsen berbuat keculasan seperti distorsi pasar, produk impor ilegal yang menyalahi aturan pemerintah. Entitas ini muncul ditengah persaingan pasar yang membutuhkan kepercayaan, kualitas dan kredibilitas. Tahun 2012, berdasarkan hasil pengawasan Kemendag, produsen yang tidak memenuhi ketentuan dan persyaratan pasar meningkat menjadi 61% produk impor dan 39% produksi dalam negeri.

Fenomena ciluah (Minang: curang) oknum produsen ini kerapkali terjadi. Kewajiban produsen (Pasal 7 UU no.8 tahun 1999) dan hak konsumen (pasal 4 UU no.8 tahun 1999) sedang berada di luar lingkaran fungsi dan hakekat. Gejala itu perlu ditanggapi dengan edukasi, sosialisasi dan pengawasan rapat menjaga interaksi produsen dan konsumen berada pada porosnya.

Melihat fenomena tersebut, disinilah peran sentral klien sebagai konsumen cerdas. Konsumen yang cerdas adalah sensitif, dalam artian paham dengan “gerak-gerik” barang dan jasa. Menilai dengan cermat setiap barang yang ditawarkan demi profit konsumen itu sendiri, dan itu perlu diterapkan disetiap afiliasi.

Menjadi Konsumen Cerdas

Dilansir dari hkn2013.com, Senin (02/04/2013), Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyerukan empat langkah untuk menjadi konsumen cerdas yaitu:
1. Teliti Sebelum Membeli
    Membiasakan untuk teliti terhadap barang yang ditawarkan, jika kurang jelas sebaiknya bertanya
    kepada informan mengenai informasi dari kejelasan barang tersebut.

2. Memperhatikan Label dan Masa Kadaluarsa
    Biasakan “membolak-balik” kemasan baik sisi bentuk dan masa kadaluarsanya. Konsumen diajak untuk
    kritis dan kehati-hatian dengan barang yang dikonsumsi karena termasuk dalam K3L (Keselamatan,
    Kesehatan kerja dan Lingkungan).

3. Pastikan Produk bertanda SNI
    Biasanya konsumen kurang begitu akrab dengan produk bertanda SNI (Standar Nasional Indonesia).
    Dengan ini, konsumen diajak untuk perlu memperhatikan dan memastikan suatu produk memiliki tanda
    SNI.

4. Beli Sesuai Kebutuhan, Bukan Keinginan
    Perilaku konsumtif atau konsumsi diluar kadar membuat produsen menguasai konsumen, namun
    konsumen yang seharusnya bisa menguasai keinginannya sendiri.

Produk Indonesia
Membeli Produk Indonesia Mendorong Pertumbuhan Ekonomi (Foto: ditjenspk.kemendag.go.id)
Konsumen cerdas itu komunikatif bagi dirinya, orang lain dan turut memelihara lingkungan sekitar. Bijak mempertahankan dan meningkatkan kewajiban sosial demi mendorong pertumbuhan ekonomi dengan membeli produk dalam negeri, menjaga keseimbangan alam dan konsumsi pangan yang sehat.
Untuk utilitas, kenyaman, dan kelancaran konsumen sebagai proteksi dari keculasan oknum produsen, konsumen cerdas perlu dikampanyekan secara berkesinambungan dan mendalam guna pelayanan terbaik atas barang dan jasa yang diterima selaku “konsumen adalah raja”.

Konsumen selain sebagai status pengguna produk sekaligus pengawas produsen. Badan Kemendag telah mensortir banyak indikasi-indikasi minus di pasaran, dan itu mungkin hanya beberapa yang terdata di dalam radar. Konsumen yang selalu koneksi dengan barang dan jasa, peran ini akan turut meringankan dan membantu negara dalam pencegahan pelanggaran pidana. Kebaikan ganda ini untuk kemaslahatan bersama demi meningkatkan kualitas produsen dan pelayanan terbaik bagi konsumen di dalam ketatnya kompetisi persaingan pasar di tanah air.

Kita adalah konsumen cerdas. Di masa modern ini, oknum “bertopeng’ mempunyai segala sesuatu yang dapat dimanipulasi, dan kita cermat tentang hal itu. “Keseriusan mereka, lelucon bagi kita” karena konsumen kini telah selektifitas. Beritahu saudara, sahabat dan orang terdekat lainnya mengenai perlunya “Konsumen cerdas”.
Description: Konsumen Cerdas, Paham Produk dan Anti Was-was Rating: 3.5 Reviewer: Unknown ItemReviewed: Konsumen Cerdas, Paham Produk dan Anti Was-was
Terima kasih anda telah membaca tulisan "Konsumen Cerdas, Paham Produk dan Anti Was-was". Silahkan klik "tombol share" dan menggunakan fitur lain yang sudah tersedia. Anda tidak diizinkan melakukan penggandaan artikel atau copy-paste tulisan kami tanpa izin dan tanpa menaruh sumber aslinya.
Kami mengaktifkan DMCA COMPLAINT sehingga kami berharap anda bisa memakluminya. Untuk info lebih lanjut, baca terlebih dahulu PERATURAN mengenai izin share konten. Terima Kasih.
.

1 Komentar

Anonim
3 April 2013 pukul 15.08

Pas bro, konsumen cerdas itu perlu

 

Selamat Datang

Selamat datang di "Walman.org", kumpulan informasi edukatif, inspiratif dan informatif. Ragam info bermanfaat dan terbaru yang unik menarik, pusat download gratis dan lain lain, Selengkapnya tentang Saya

Sepintas Tentang Saya :

Nama saya Walman, mahasiswa di IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, jurusan SKI (Sejarah Kebudayaan Islam). Blog sederhana ini media aplikasi menulis sebagai penyalur hobi, mempererat silaturahmi dan berbagi informasi.

Info